Soal Gerakan #2019GantiPresiden, Tjahjo Kumolo Dukung Tindakan Kepolisian dan BIN

Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri menyorot tagar #2019GantiPresiden ketika berkunjung ke Sulut, menghadiri rapat kordinasi nasional camat.

Soal Gerakan #2019GantiPresiden, Tjahjo Kumolo Dukung Tindakan Kepolisian dan BIN
ISTIMEWA
Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri menyorot tagar #2019GantiPresiden ketika berkunjung ke Sulawesi Utara (Sulut), menghadiri rapat kordinasi nasional camat, Kamis (30/08/2018).

Dikatakan sebagai kampanye padahal belum tahapan kampanye.

"Ramai sekarang spanduk ganti presiden, nanti saat kampanye, tanggal 23 September," kata dia.

Kampanye pun ada etika, kampanye ajakan untuk memilih.

"Pilih Jokowi atau pilih Prabowo," ujar dia.

Gerakan 2019 ganti presiden belakangan ini membukukan gesekan di masyarakat.

Ujungnya mengganggu stabilitas daerah.

Sebab itu Kepolisian dan BIN turun tangan.

"Kalau ganggu stabilisasi dan membentukan, disetop," kata Politisi PDI-P ini.

Langkah yang diambil di beberapa daerah yakni menghentikan kampanye itu dan menyuruh para orator pulang.

Tapi bukan berarti pemerintah melarang orang berpendapat di depan umum, itu hak mereka.

"Zaman sekarang mana ada Kepolisian melarang wartawan menulis, atau melarang demo. Tapi persatuan dan ketertiban itu penting. Bicara apa saja boleh, tapi ada momennya," katanya. (Tribun Manado/Ryo Noor)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved