Divestasi Saham INCO Akan Proporsional

Rencana PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mendivestasikan sebagian sahamnya terus berlanjut. Manajemen memastikan, divestasi saham

Divestasi Saham INCO Akan Proporsional
kontan
Pantau saham 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rencana PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mendivestasikan sebagian sahamnya terus berlanjut. Manajemen memastikan, divestasi saham dari masing-masing pemegang saham bakal dilakukan sesuai dengan porsinya masing-masing. Vale Canada Limited merupakan pemegang 58,73% saham INCO.

Sementara, Sumitomo Metal Mining menguasai 20,09%. Sisa 20,49% merupakan porsi pemegang saham publik. "Divestasi 20% ke publik akan dilakukan secara proporsional," ujar Nico Kanter, Direktur Utama INCO, Selasa (28/8).

Dengan asumsi itu, diperkirakan Vale Canada bakal melepas sekitar 12% saham. Sisanya merupakan porsi yang harus dilepas Sumitomo.

Seperti diketahui, sesuai amandemen kontrak karya 2014, INCO wajib mendivestasikan 40% saham. Sebesar 20% saham sudah dilepas beberapa waktu lalu. Sisa divestasi 20% bakal dilakukan paling lambat Oktober 2019.
Sekarang, sedang tahap perhitungan valuasi. Setelah perhitungan harga selesai, divestasi akan segera dilakukan.

Namun, sesuai peraturan, INCO tak langsung melepas saham divestasi kepada publik. Perusahaan bakal menawarkan kepada pemerintah terlebih dahulu. Jika menolak, penawaran dilanjutkan kepada pemerintah daerah. Penawaran akan dilanjutkan hingga ke perusahaan swasta nasional, apabila BUMN dan BUMD juga tidak bersedia membeli saham INCO.

Menawarkan langsung ke publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi opsi paling akhir. "Dana hasilnya nanti masuk ke Vale Canada," imbuh Nico.

Selain sibuk mengurusi divestasi, INCO juga tengah menyelesaikan pembentukan dua usaha patungan atawa joint venture (JV). Dua JV tersebut bakal terlibat pembangunan smelter, masing-masing di Bahodopi, Sulawesi Tengah dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara. INCO saat ini tengah mencari mitra untuk proyek JV tersebut.

Nico berharap, sebelum tahun ini berakhir sudah ada sejumlah nama yang menjadi calon mitra INCO. "Sehingga rencana pembangunannya bisa mulai direalisasikan tahun depan," imbuh dia.

Obligasi ist
Obligasi ist (antaranews.com)

Nasib Pemegang Obligasi AISA Menggantung

Tak hanya pemegang saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) yang harap-harap cemas karena nasibnya menggantung. Kondisi yang sama dialami pemegang obligasi AISA.
Rapat umum pemegang obligasi (RUPO) untuk Obligasi TPS Food I 2013 dan Sukuk Ijarah TPS Food I 2013 yang digelar Selasa (28/8), tak kuorum. Yang tak lazim, RUPO tidak kuorum bukan karena tidak dihadiri peserta rapat.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help