Kak, Ayah Meninggal Dunia: Polisi Korban Penembakan Berpulang

Anggota patroli jalan raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar, Ipda (anumerta) Dodon Kusdianto, korban penembakan orang tak dikenal

Kak, Ayah Meninggal Dunia: Polisi Korban Penembakan Berpulang
Foto Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, CIREBON - Anggota patroli jalan raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar, Ipda (anumerta) Dodon Kusdianto, korban penembakan orang tak dikenal di Km 224 jalan tol Kanci-Pejagan, Cirebon, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Selasa (28/8), sekira pukul 09.50 WIB.

Kabar duka itu rupanya cepat diketahui oleh anak korban yang masih balita, Andrian (3). "Kak, ayah meninggal dunia," kata Andrian kepada kakanya, Alia (8), yang baru pulang sekolah.

Mendengar hal itu, Alia, yang mengenakan kerudung merah muda langsung menangis. Guru yang saat itu mengantar Alia langsung memeluknya. Beberapa orang yang berkumpul di rumahnya, ikut memeluk Alia bergantian.

Air mata terlihat terus mengalir dari sudut kedua mata kecil tersebut. Isak tangis terdengar jelas di rumah duka yang berada di Blok Desa RT 02/02, Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon tersebut. Jenazah Ipda Dodon tiba di rumah duka sekira pukul 14.00.

Dodon Kusdianto dan anggota Polri lainnya, Aiptu Widi Harjana, merupakan korban penembakan pada sekira pukul 21.30, Jumat lalu.

Para pelaku, diperkirakan berjumlah tiga orang, pada saat itu tengah duduk di para pembatas jalan tol sehingga menarik perharian Dodon dan Widi yang tengah berpatroli.

Dodon tinggal di Villa Plumbon, Desa Kasugengan Lor, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. Namun. Namun jenazah dibawa ke rumah orangtuanya, Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

"Ia orang baik dan sering ikut kegiatan masyarakat. Pada saat Hari Raya Idul Adha, korban memberi kurban sapi. Satu sapi untuk tujuh orang, termasuk dia," ujar Ketua RT 22/01, Siswantoro, saat ditemui di Villa Plumbon.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto beserta Wakapolres Cirebon Kompol Djarot Sungkowo juga sudah tampak hadir. Ayah korban, Saefulah Murad, menyebut putranya merupakan sosok pendiam sejak kecil.

Dodon merupakan anak kelima dari enam bersaudara. "Dia itu tidak banyak omong. Jangankan kepada orang lain, orangtua sendiri saja setahun sekali ngomongnya, jarang ngobrol," katanya sambil berkaca-kaca.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved