CEO Fortnite Marah Besar pada Google

Terungkapnya celah keamanan pada installer Fortnite membuat sang CEO marah besar.

CEO Fortnite Marah Besar pada Google
Samsung
CEO Epic Game Tim Sweeney mengumumkan debut Fortnite versi Android dalam acara peluncuran Galaxy Note 9 di New York, Ameriak Serikat, Kamis (9/8/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terungkapnya celah keamanan pada installer Fortnite membuat sang CEO marah besar.

Bukan pada celah keamanannya, tapi pada Google yang dianggap terlalu dini membeberkan keberadaan celah tersebut.

Tim Sweeney, CEO Epic Games yang merupakan pengembang Fortnite menuliskan ungkapan bernada marah pada Google lewat akun Twitter-nya.

Ia mengatakan bahwa Google seharusnya tidak membeberkan celah tersebut pada publik secara detail.

"Android adalah sistem operasi terbuka. Kami merilis software untuk ini. Ketika Google mengungkapkan adanya celah keamanan, kami bekerja untuk memperbaiki dan merilis pembaruan," ungkap Sweeney.

"Satu hal yang paling tidak bertanggungjawab pada kasus ini adalah, detail teknis yang dirilis Google pada publik dengan cepat," lanjutnya.

Dikutip KompasTekno dari The Register, Rabu (29/8/2018), celah keamanan tersebut ditemukan oleh seorang insinyur dari Google bernama Edward.

Lewat sebuah tulisan ia memaparkan betapa mudahnya seorang peretas dapat memanfaatkan celah keamanan ini.

Baca: Kylie Jenner Didapuk Sebagai Ambasador Adidas

Menurut Edward, celah ini muncul karena untuk menginstal Fortnite, pengguna harus mengunduh APK dari luar Google Play Store dan menginstalnya secara manual.

Untuk proses penginstalan ini pengguna wajib menaruh APK tersebut pada storage perangkat kemudian harus memberi izin pada perangkat untuk memasang aplikasi dari pihak luar Play Store meski memiliki risiko keamanan.

Di sinilah letak lemahnya keamanan itu muncul. APK palsu yang dimodifikasi agar terdeteksi beralamatkan com.epicgames.fortnite dapat terinstal dengan mudah tanpa sepengetahuan pengguna.

Baca: Trump Tuduh Google Cuma Tampilkan Berita Negatif tentang Dirinya

Pengungkapan celah keamanan memang sedikit berbau "balas dendam" oleh Google pada Epic Games. Pasalnya Epic Games menolak untuk mendistribusikan game Fortnite untuk Android lewat Google Play Store.

Alasannya adalah karena Google menentukan tarif yang terlampau mahal untuk Fortnite sedangkan Fortnite sendiri adalah game yang sangat populer dan tengah naik daun di tahun 2018 ini.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help