Tersangka Eni Ungkap Rp 2 M Mengalir ke Golkar

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang menjadi tersangka penerima suap terkait proyek PLTU Riau-1

Tersangka Eni Ungkap Rp 2 M Mengalir ke Golkar
Anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang menjadi tersangka penerima suap terkait proyek PLTU Riau-1, mengungkapkan sebagian dana Rp 2 miliar yang diterimanya dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo, digunakan untuk acara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 18-20 Desember 2017 lalu.

Hal itu diungkapkan Eni Saragih usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8). Eni diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, yang juga terjerat kasus yang sama.

Eni mengakui menerima aliran dana Rp 2 miliar dari pengusaha Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1. Sebagian dana itu digunakannya untuk pembiayaan Munaslub Partai Golkar pada Desember 2017. Saat itu, Airlangga Hartanto terpilih secara aklamasi menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP) dan ditahan oleh KPK.

"Yang pasti tadi, memang ada yang mungkin saya terima Rp 2 miliar itu, sebagian memang saya ini gunakan untuk Munaslub. Itu sudah saya sampaikan ke penyidik," ungkap Eni.

Lebih lanjut Eni menceritakan soal pemeriksaannya. Ia mengaku dicecar pertanyaan tentang sejauh mana dirinya mengenal Idrus. Eni mengaku mengenal Idrus sejak masih sama-sama di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Saat itu, Idrus menjabat sebagai Ketua Umum DPP KNPI.

Perkenalan itu berlanjut saat Eni menggantikan posisi Idrus sebagai Ketua Umum PP Lembaga Pemberdayaan Masyarakat pada 2016 lalu hingga akhirnya berada dalam partai yang sama, Golkar dan dirinya menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dan Idrus Marham sebagai Sekjen Partai Golkar.

Dalam kasus ini, Idrus Marham semasa menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar diduga dijanjikan uang 1,5 juta Dollar Amerika Serikat dari pengusaha Kotjo terkait pemulusan Blackgold Natural Resources Limited, dalam kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 yang bernilai investasi 900 juta Dollar AS. Namun, ucap Eni, penyidik tak menanyakan sampau sejauh itu.

"Enggak, enggak. Kalau itu, enggak sampai ke sana," ucap Eni.

Eni Saragih ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan memerima imbalan Rp 4,8 miliar dari Johannes B Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, yang juga tersangka kasus suap PLTU Riau-1.

Suap itu, diduga untuk memuluskan proses penandatanganan pembangkit listrik di Riau. Kasus ini terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 13 orang pada 13 Juli 2018 lalu di beberapa tempat di Jakarta.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help