Ini Tanggapan Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Unima Tentang Atlet Sulut Hijrah ke Daerah Lain

Adanya atlet asal Sulut yang bertanding membawa nama daerah lain, kata Dr Mesak Fanny Rambitan MKes AIFO, itu karena jaminan di daerah kurang.

Ini Tanggapan Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Unima Tentang Atlet Sulut Hijrah ke Daerah Lain
istimewa
Dr Mesak Fanny Rambitan MKes AIFO, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Atlet dulu dan saat ini mempunyai perbedaan.

Demikian diungkapkan Dr Mesak Fanny Rambitan MKes AIFO, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado (Unima).

Perbedaannya, dulu atletnya memiliki jiwa semangat juang yang sangat luar biasa. Walaupun tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana yang baik, atlet tetap berjuang maksimal.

Menurutnya, meski sudah berjuang namun dulu untuk bonus tidak seperti sekarang. Atlet dulu tidak dijamin dengan itu.

"Sekarang janji bonus sangat luar biasa. Sekarang siapa meraih medali emas maka dapat Rp 1,5 Milliar. Siapa yang tidak semangat. Belum lagi dari gubernur, wali kota dan sponsor. Mereka bersemangat, sekuat apapun untuk mendapatkan itu," ujar dia.

Lanjut Dr Mesak Fanny Rambitan MKes AIFO, atlet sekarang mulai sadar bahwa tanpa jaminan mereka akan kurang semangat.

"Mereka melihat dari atlet dulu yang tidak dijamin. Untuk apa capek namun tidak ada jaminan," ujar dia.

Kemudian mengenai adanya atlet asal Sulut yang bertanding membawa nama daerah lain, kata Dr Mesak Fanny Rambitan MKes AIFO, itu karena jaminan di daerah kurang.

"Ini jelas di daerah lain jaminan lebih menjanjikan dan ditambah dengan sarana dan prasarana lebih baik. Makanya atlet memilih lebih baik ke daerah lain. Kalau di Sulut hanya dapat makan dan uang apa adanya. Kalau di sana mungkin lebih terjamin," ujar dia.

Dr Mesak Fanny Rambitan MKes AIFO menyarankan agar pemerintah Sulut lebih memperhatikan atletnya.

"Lebih banyak pembinaan berdasarkan kajian tadi. Lebih diperhatikan dari berbagai aspek yang saya sampaikan tadi," ujar dia. (dik)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved