Gelar Reses, Tiap Pimpinan dan Anggota DPRD Dapat Rp 25 Juta, Ini yang Dikeluhkan Warga Ratatotok

Sejumlah persoalan dicecar secara lisan oleh masyarakat Ratatotok Raya, Mitra, Sulawesi Utara, kepada wakil rakyat Tonny H Lasut.

Gelar Reses, Tiap Pimpinan dan Anggota DPRD Dapat Rp 25 Juta, Ini yang Dikeluhkan Warga Ratatotok
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Pimpinan dan anggota DPRD Mitra diabadikan bersama bupati Mitra James Sumendap dan ketua TP PKK Mitra Ny Djein Leonora Rende. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Sejumlah persoalan dicecar secara lisan oleh masyarakat Ratatotok Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, kepada wakil rakyat Tonny H Lasut.

Pertanyaan itu dicecar saat ia melaksanakan massa reses kedua DPRD Mitra di Kecamatan Ratatotok, Selasa (28/08/2018).

"Jadi ada dua hal yang sementara dapat saya ambil dari hasil reses di masyarakat, yaitu masalah tempat pembuangan sampah atau tempat sampah dan pasokan air PDAM ke masyarakat," ujar Lasut kepada Tribun Manado.

THL, sapaan dari Wakil Ketua DPRD Mitra fraksi partai Golkar dicecar dengan permasalahan yang tengah meliputi masyarakat.

Untuk keberadaan tempat sampah, di mana menurut keluhan masyarakat Ratatotok Raya sudah penuh dan tidak mampu lagi menampung sampah yang hendak dibuang masyarakat.

"Akibatnya masyarakat memilih membuang sampahnya di tepi jalan," tambahnya.

Lanjut sekretaris DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), mengenai keberadaan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sudah tidak dirasakan masyarakat selang dua bulan.

"Kalaupun jalan airnya warna kuning," bebernya.

Untuk itulah aspirasi yang dia terima dari masyarakat di Ratatotok Raya, akan diteruskan kepada instansi terkait untuk selanjutnya diimplementasikan di tengah masyarakat.

"Masih ada juga usulan-usulan dari masyarakat," tandasnya.

Terpisah Hans Mokat sekretaris DPRD Mitra menjelaskan, pelaksanaan masa reses kedua dilakukan oleh 25 pimpinan dan anggota DPRD Mitra mulai hari Minggu pekan lalu kemarin sampai, Sabtu (01/09/2018).

"Anggaran tergantung kebutuhan, maksimal Rp 25 juta. Kalau tidak terserap bisa di bawah Rp 25 juta yang diberikan kepada anggota DPRD Mitra yang melaksanakan reses," jelas Mokat.

Dia menjelaskan dana reses rp 25 juta per orang itu untuk keperluan membayar peralatan yang dipakai, seperti sewa tenda, kursi, sound sistem dan makan minum.

Angka itu tidak bisa di paksakan mencapai Rp 25 juta karena pembayaran dana reses berdasarkan penyusunan anggaran atau SPM biaya pemasukan.

"Reses kali ini tetap diikuti oleh lima anggota DPRD Mitra yang tengah menanti proses pergantian antar waktu (PAW). Karena sekretariat DPRD Mitra akan membayarkan hak mereka sampai keluar penetapan daftar calon tetap (DCT) caleg pada pemilu 2019," tandasnya.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved