Elektabilitas Prabowo Mendekati Jokowi, Kimbal: Jangan hanya Cari Kesalahan

Pemilu Presiden 17 Apri 2019 tujuh setengah bulan lagi. Kontestasi dua calon presiden terus memanas. Perang elektabilitas

Elektabilitas Prabowo Mendekati Jokowi, Kimbal: Jangan hanya Cari Kesalahan
Jokowi Menang Lawan Prabowo pada Polling yang Dibuatnya di Twitter, Fadli Zon Terpaksa Lakukan Hal Ini 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Pemilu Presiden 17 Apri 2019 tujuh setengah bulan lagi. Kontestasi dua calon presiden terus memanas. Perang elektabilitas tak terhindarkan. Beberapa hasil survei mengindikasikan selisih elektabilitas Prabowo Subianto dan Joko Widodo mengecil. Jarak angka keterpilihan kedua pasangan ini terpaut 16,9 persen.

Hasil survei Alvara Research Center pasca penetapan calon wakil presiden, elektabilitas Jokowi masih unggul 53,7 persen. Adapun Prabowo elektabilitasnya 36,8 persen (lihat grafis).

“Selisih elektabilitas kedua tokoh ini bergerak seiring berkurangnya pemilih yang belum memutuskan. Gap antara keduanya semakin kecil,” ujar CEO and Founder Alvara Strategic Hasanuddin Ali di Hotel Oria, Jakarta, Minggu (26/8/2018).

Tren peningkatan itu ditunjukkan lewat data survei Alvara pada Februari, Mei, Juli, dan Agustus. Pada Februari, elektabiltas Jokowi sebesar 52 persen dan Prabowo 33,2 persen. Sementara swing voters 14,8 persen. Adapun pada Mei, elektabiltas Jokowi 52,3 persen dan Prabowo 33,6 persen. Sementara swing voters 14,1 persen.

Pada Juli menjelang pengumuman cawapres, elektabiltas Jokowi dan Prabowo masing-masing 52,6 persen berbanding 35,4 persen dengan swing voters 12 persen. Adapun pada Agustus, pasca pengumuman cawapres, elektabilitas Jokowi naik menjadi 53,7 persen. Begitupun elektabilitas Prabowo naik menjadi 36,8 persen dengan swing voters 9,5 persen.

Jokowi akhirnya mengumumkan nama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres. Prabowo memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Survei teranyar dari Alvara ini dilakukan pada 12-18 Agustus 2019 dengan metode multi-stage random sampling melibatkan 1.500 responden. Rentang margin of error sebesar 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya Jokowi-Ma’ruf mengungguli pasangan Prabowo-Sandi. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 53,6 persen. “Sementara itu elektabilitas Prabowo-Sandi 35,2 persen, sedangkan pemilih yang belum memutuskan sebesar 11,2 persen,” ujar Hasanudin saat memaparkan hasil survei.

Hasanudin menuturkan, cawapres kedua pasangan kandidat tidak cukup signifikan mengubah pilihan pemilih terhadap capres. Meski terlihat ada kenaikan elektabilitas capres. Secara individu capres, elektabilitas Jokowi sebesar 53,7 persen pada Agustus 2018, naik dari Juli 2018 sebesar 52,6 persen.

Elektabilitas Prabowo sebesar 36,8 persen pada Agustus 2018, naik dari Juli sebesar 35,4 persen. “Publik masih melihat kekuatan figur masing-masing kandidat capres sebagai faktor penting dan menentukan pilihannya,” katanya.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved