Andi Arief Mangkir: Menghilang Tanpa Kabar saat Akan Diperiksa Bawaslu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menjadwalkan pemeriksaan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief,

Andi Arief Mangkir: Menghilang Tanpa Kabar saat Akan Diperiksa Bawaslu
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menjadwalkan pemeriksaan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, terkait kasus pemberian mahar politik Rp 500 Miliar dari bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS.

Namun, sampai Senin (27/8) sore, Andi Arief tidak memenuhi pemanggilan dari pihak lembaga pengawas pemilu tersebut.

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward, mengatakan Andi Arief tidak memberikan konfirmasi kehadiran. "Kami mencoba telepon tidak diangkat. Kami coba WA (whatsapp,-red) hanya ada centang dua. Tetapi, tidak ada dibalas," ujar Fritz.

Berdasarkan komunikasi terakhir pada hari Kamis pekan lalu, dia menjelaskan, Andi Arief telah menyatakan akan bersedia hadir pada Senin pukul 10.00 WIB. Namun, tidak hadir.

"Saya minta kehadiran konfirmasi juga tidak ada kabar dari Andi Arief," tambahnya.

Fritz Edward mengatakan pemeriksaan Andi Arief dilakukan supaya dapat membuktikan adanya dugaan pemberian mahar politik kepada PAN dan PKS. Dia menjelaskan, proses pembuktian berawal dari laporan yang diterima.

Menurut dia, Federasi Indonesia Bersatu, selaku pihak pelapor sudah mengajukan tiga orang saksi.

Untuk dua orang saksi, kata dia, sudah diminta keterangan pada Senin (20/8). Saat ini, menurut dia, tinggal Andi Arief yang belum diperiksa.

Deretan Transformasi Cawapres Sandiaga Uno, dari Model Majalah hingga Lulus dengan IPK Sempurna
Deretan Transformasi Cawapres Sandiaga Uno, dari Model Majalah hingga Lulus dengan IPK Sempurna (IST)

Selain keterangan saksi, dia melanjutkan, alat bukti lainnya berupa keterangan ahli, dokumen, dan petunjuk. Dugaan pemberian mahar politik itu diungkap oleh Andi Arief melalui media sosial, twitter.

Mahar politik itu berupa pemberian uang sebesar Rp 500 Miliar.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help