Rutan Isolasi Tersangka Narkoba di Sel Gelap

"Kurang lebih sudah tiga orang, dan akan bertambah dalam waktu dekat ini," ujar Kepala Rutan Manado Roni Rumondor.

Rutan Isolasi Tersangka Narkoba di Sel Gelap
(.)
Ilustrasi penjara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rumah tahanan negara (Rutan) Kelas II A Manado akan memberikan sanksi isolasi bagi warga binaan atau narapidana yang terlibat penjualan narkoba.

"Hukumannya isolasi, yaitu ditempatkan di sel gelap tanpa ada pencahayaan sama sekali," ujar Plt Kepala Rutan Kelas II A Manado Roni A Rumondor, Sabtu (25/8/2018).

Ia menambahkan sejauh ini sudah ada beberapa warga binaan yang menerima hukuman isolasi tersebut.

"Kurang lebih sudah tiga orang, dan akan bertambah dalam waktu dekat ini," ungkapnya.

BNNP Sulut sudah menetapkan empat tersangka pada kasus upaya penyelundupan ganja ke dalam Rutan Kelas IIA Manado.

Tiga dari empat tersangka tersebut adalah warga binaan rutan tersebut.

Tiga narapidana di antaranya lelaki berinisial MA (34), kasus penyalahgunaan narkoba, beralamat Gorontalo.

Dia telah menerima putusan satu tahun penjara dan menjalani hukuman sejak 15 Januari 2018.

Kemudian, lelaki berinisial IA (26), kasus narkoba, beralamat Sario, Manado. Dia telah menerima putusan empat tahun penjara dan menjalaninya sejak 1 Agustus 2018.

Ada lagi lelaki berinisial KRAB (31) yang ditahan karena melanggar Undang-Undang Kesehatan, beralamat Manado.

Dia telah menerima putusan satu tahun penjara dan menjalaninya sejak Desember 2018.

Adapun tersangka lainnya adalah AJM (27), warga Banjer, yang berperan sebagai kurir dari luar rutan.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help