Komunitas Yahudi

Kisah Komunitas Yahudi yang Hidup di Indonesia, Ada Sinagoge Berdiri Kokoh di Tondano

Yahudi merupakan salah satu suku dan agama yang terkenal di Israel. Namun, keberadaan mereka nyaris menguasai dunia.

Kisah Komunitas Yahudi yang Hidup di Indonesia, Ada Sinagoge Berdiri Kokoh di Tondano
Kuwait Times
Yaakov Baruch mengelola sinagog di Tondano 

Menurut dia, umat Muslim di sekitar tempat itu berjumlah 200 - an kepala keluarga.

Mereka beribadah di Masjid Al Falah yang hanya berjarak sekira 30 meter dari rumah Rabbi Yobbi.

Udin mengaku sebagai pengurus Mesjid tersebut.

"Tak jauh dari sini ada Gereja GMIM Yohanes, semua hidup rukun dan damai," kata dia.

Tribun kemudian menuju ke rumah Yobbi.

Warna Yahudi sangat kental di rumah semi permanen itu.

Di pelatarannya, nampak kaki dian yaitu tujuh pelita pertanda kehadiran Yahwe. Kaki dian itu disebut Menorah.

Baca: Tuai Kontroversi, Bagaimana Ritual Penebusan Dosa Para Yahudi Ortodoks Ini?

Baca: Kabbalah, Kitab Mistisisme Yahudi yang Ramai Diperbincangkan, Menyinggung Asal-Usul Setan

Monumen Menorah terbesar di dunia terdapat di Minahasa Utara, sering disebut Kaki Dian dan menjadi objek wisata andalan Minut.

Memasuki bagian dalam rumah, pandangan langsung tertumbuk pada sebuah lambang bintang David yang menempel pada dinding bagian selatan.

Sebuah kain berwarna putih tergeletak begitu saja di atas kursi tamu.

Pada pojok ruangan terdapat sebuah benda berbentuk kotak yang ditutupi kain berwarna merah.

Terukir gambar dua loh batu seperti sepuluh perintah Allah pada kepercayaan Kristen di kain merah tersebut.

Di depan benda itu terdapat sebuah meja dengan taplak berwarna merah pula. Ternyata Yobbi tidak ada di rumah.

"Papa sedang bekerja sebagai pengemudi ojek daring," kata seorang anak remaja Yobbi.

Remaja pria ini sudah mengenakan seragam SMP. Hari itu ia akan menjalani tes UNBK.

"Rencana papa akan jemput saya," kata dia.

Ia mengaku semua temannya tahu ia beragama Yahudi. "Semua terima, kami bersahabat dengan baik," kata dia.

Baca: Bangsa Yahudi Terkenal Cerdas, Ketahuilah 7 Faktor Penyebabnya Ini

Baca: Unik! Cara Makan Orang Yahudi, Salah Satunya Daging Tak Boleh Dicampur Susu

Namun ia mengaku lebih sering menuliskan Kristen pada kolom agama. Sebut dia, ibadah di rumah itu berlangsung Sabtu.

Dulunya banyak umat Yahudi beribadah di sana. "Kini sudah sedikit," beber dia.

Tak lama kemudian Yobbi datang dengan sepeda motor. Ia memakai baju hijau khas perusahaan daring.

Wajahnya mirip dengan Udin. "Wah saya mau antar anak dulu, kita janjian saja ya," kata dia ketika Tribunmanado.co.id menjelaskan maksud kedatangan.

Ia nampak buru buru dan ada penyesalan di raut wajahnya. "Semua tahu saya Yahudi, dan kami hidup dengan damai," kata dia. 

Yakov Baruch
Yakov Baruch (New Straits Times)

Keluarga Berdarah Yahudi di Manado Saling Kenal

Rabbi Yaakov Baruch, mengatakan, komunitas Yahudi di Sulut beribadah di Sinagog yang ada di Tondano.

Menurut lulusan institut agama Yahudi di Yerusalem ini, semua keluarga berdarah Yahudi di Kota Manado dan Indonesia saling mengenal dan mengetahui serta memiliki nasab keturunan yang jelas dengan adanya pembuktian surat silsilah.

Yahudi yang ada di Manado menurutnya tidaklah banyak khususnya yang beragama Yahudi.

"Saya ingin menjelaskan bahwa semua keluarga Yahudi yang ada di Manado saling mengenal dan mengetahui, kami tahu mana marga Yahudi dan mana yang bukan, jumlahnya pun tidak banyak. Yang membuat saya bingung adalah, adanya sekelompok orang yang mengaku keturunan Yahudi, beribadah dengan cara agama Yahudi namun tidak jelas dari mana asalnya," ujarnya.

Bangunan Sinagoge berdiri di pusat Kota Tondano.
Bangunan Sinagoge berdiri di pusat Kota Tondano. (istimewa)

Sinagoge Berdiri Kokoh di Kota Tondano

 Tidak begitu sulit mengitari Tondano untuk mencari lokasi Sinagoge.

Sinagoge itu sekitar 1,5 kilometer dari makam pahlawan nasional Sam Ratulangi di Kelurahan Wawalintouan Tondano Barat. 

Sebuah bangunan berwarna merah mencolok dengan arsitektur paling unik di kawasan itu. 

Bangunan merah itu adalah sinagoge.

Bentuknya segi enam dengan atap genteng rendah sehingga nyaris menutupi seluruh tembok. Di atas pintu masuk terdapat papan nama bertulisan Shaar Hashamayim Synagogue.

Sinagoge ini berukuran 8x16 meter, berdiri di atas lahan seluas 300 meter persegi

 Kompleks ini dikelilingi pagar teralis besi setinggi 1,5 meter. Teralis ini juga dihiasi lambang Bintang Daud tiap jarak setengah meter.

Ada dua gerbang untuk memasuki sinagoge itu. Pintu masuk ke dalam bangunan ini ada di bagian samping.

Dua pintu ini terbuat dari besi bercat hijau terdapat stiker kecil seukuran telunjuk orang dewasa bertulisan Shalom dalam huruf Ibrani dan Latin.

Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help