Tertindih Utang, GOLD Rights Issue

Hasrat PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk untuk mencari pendanaan lewat penerbitan saham baru (rights issue) sepertinya

Tertindih Utang, GOLD Rights Issue
kontan
Pergerakan IHSG 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Hasrat PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk untuk mencari pendanaan lewat penerbitan saham baru (rights issue) sepertinya tak terbendung lagi. Mereka berharap dana hasil rights issue tersebut bisa menahan beban bunga utang yang semakin memberatkan.

Selama semester I 2018, Visi Telekomunikasi menanggung rugi bersih sebesar Rp 4,48 miliar atau naik ketimbang periode yang sama tahun lalu. Padahal, pendapatan mereka naik (lihat tabel).

Rugi bersih bertambah karena tertekan bunga atas utang pemegang saham. "Terdapat Rp 7 miliar beban bunga utang perusahaan yang merupakan kombinasi dari bunga atas utang pemegang saham dan utang bank," terang Riady Nata, Direktur Keuangan PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk kepada KONTAN, Selasa (21/8).

Adapun target perolehan dana rights issue Visi Telekomunikasi sebesar Rp 132 miliar. Perusahaan yang tercatat dengan kode saham GOLD di Bursa Efek Indonesia tersebut akan menggunakan sebagian dana untuk melakukan konversi utang.

Selain itu, Visi Telekomunikasi akan mengalokasikan dana rights issue untuk belanja modal. Hanya, mereka belum secara detail mengungkapkan rencana bisnis yang tengah disiapkan.

Dalam catatan pemberitaan KONTAN, paling tidak Visi Telekomunikasi sudah mencanangkan rencana rights issue sejak Mei 2018. Mereka ingin menebar 240 juta saham baru.

Yang terang, tahun ini penambahan menara telekomunikasi masih menjadi agenda Visi Telekomunikasi. Mereka mengakui, ekspansi itu pula yang menopang pendapatan di semester pertama tahun ini. "Pertumbuhan pendapatan masih didorong oleh tambahan menara, baik yang dibangun di paruh kedua 2017 maupun paruh pertama 2018," tutur Riady.

Saat ini, Visi Telekomunikasi sedang membangun sekitar 30 menara telekomunikasi. Mayoritas berupa menara telekomunikasi mikro seluler. Menara baru itu akan melengkapi 300 menara telekomunikasi yang sudah mereka operasikan.

Lewat tambahan menara, Visi Telekomunikasi akan memburu pelanggan baru dan meningkatkan tenancy ratio atau rasio kolokasi setiap menara. Mereka berharap kinerja semester II bisa lebih baik daripada semester I.

 
Wika Beton Mengantongi Kontrak Rp 3,66 Triliun

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help