Taman Nasional Bunaken Launching Role Model Ekowisata Desa Wisata Popareng Minsel

Balai Taman Nasional Bunaken bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah melaunching Role Model Ekowisata di Pantai Desa Popareng.

Taman Nasional Bunaken Launching Role Model Ekowisata Desa Wisata Popareng Minsel
IST
Balai Taman Nasional Bunaken bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah melaunching Role Model Ekowisata di Pantai Desa Popareng. 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Balai Taman Nasional Bunaken bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah melaunching Role Model Ekowisata di Pantai Desa Popareng.

"Launching tersebut dilaksanakan masih dalam suasana sukacita Dirgahayu ke 73 Republik Indonesia, yakni pada Sabtu 18 Agustus 2018," ujar Dr Farianna Prabandari SHut MSi, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Selasa (21/8/2018) pagi.

Lanjut Dr Farianna, puncak peluncuran dan acara yang bertempat di Pantai Popareng, dikemas dalam Kampanye Kelompok Cahaya Tatapaan sebagai kelompok mitra Taman Nasional Bunaken yang mengembangkan ekowisata di zona tradisional.

Saat itu juga dilaksanakan beberapa agenda kegiatan seperti pemberian bantuan kepada kelompok Cahaya Tatapaan dalam bentuk motor Katinting dari Balai Taman Nasional Bunaken dan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, pemberian bantuan bibit tanaman buah-buahan dari Lantamal VIII, peralatan tangkap jaring ikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Selatan serta penyerahan Surat Keputusan Bupati Minahasa Selatan Nomor 37 Tahun 2017 tanggal 3 Juli 2017 tentang penetapan Desa Wisata dari Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan ke Pemerintah Desa Popareng.

Tema pada kegiatan tersebut adalah Harmonisasi Alam dan Budaya sebagai rangkaian Hari Konservasi Alam Nasional (road to HKAN) serta memperingati Dirgahayu Kemerdekaan ke 73 Republik Indonesia.

Objek wisata di Desa Popareng antara lain wisata menyusuri mangrove, wisata snorkeling dan diving, pengamatan burung (birdwatching), wisata budaya batu tada, batu tumanik, dan waruga.

"Disana juga tersedia homestay pada rumah-rumah penduduk yang bertarif Rp 300 ribu per malam. Adapun jasa yang tersedia layanan mengantarkan wisatawan dengan perahu katinting dan masakan tradisional," ujar Dr Farianna.

Dr Farianna mengatakan Launching Role Model Ekowisata Bersama Masyarakat dan Desa Wisata Popareng guna memacu kesiapan kelompok Cahaya Tatapaan dan Desa Popareng dalam mengembangkan ekowisata.

"Bulan April 2018, kami telah menyampaikan pembelajaran penting dalam menggerakan komunitas, khususnya Desa Popareng dalam pertemuan BIMP-EAGA di Kinabalu Malaysia. Harapan kami terhadap Pemerintah Desa utamanya dapat mendorong serta memanfaatkan potensi-potensi yang ada," ujar dia.

Halaman
123
Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved