Cargill Indonesia Sukses Bina Petani Kopra Minsel Raih Sertifikasi Internasional

Mimpi PT Cargill Indonesia mewujudkan petani kopra di Minahasa Selatan bersertifikasi akhirnya terwujud.

Cargill Indonesia Sukses Bina Petani Kopra Minsel Raih Sertifikasi Internasional
Istimewa
Direktur Cargill Indonesia, Totok S; Plant Manager Cargill Amurang, Imelda T; jajaran Forkompimda Minsel bersama petani kopra bersertifikasi di Hotel Sutanraja Amurang, Senin (20/8). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Mimpi PT Cargill Indonesia mewujudkan petani kopra di Minahasa Selatan bersertifikasi akhirnya terwujud.

Sebanyak 88 petani kopra Minahasa Selatan binaan Cargill Indonesia menyelesaikan pelatihan standar pertanian berkelanjutan yang berstandar Sustainable Agriculture Network (SAN) dan menerima sertifikasi Rainforest Alliance-Sertifikasi Produk Kelapa Berkelanjutan.

Totok Setyarto, Direktur PT Cargill Indonesia mengatakan, program pelatihan ini dimulai sejak awal tahun 2017 itu bertujuan meningkatkan pendapatan petani.

“Petani kopra yang tersertifikasi berhak atas harga jual yang lebih tinggi. Cargill memberikan insentif khusus untuk kopra bersetifikasi,” ujar Totok didampingi Plant Manager Cargill Amurang, Imelda Tandako di Sutanraja Hotel Amurang, Minsel, Senin (20/8).

Katanya, Cargill Indonesia menargetkan bisa mendapatkan 250 petani kopra bersertifikasi. Cargill bertekad melanjutkan program ini sebagai upaya mewujudkan pertanian yang bervisi pelestarian lingkungan.

Program ini melibatkan 31 kelompok petani kopra di Amurang Barat, Kumelembuai, Tatapaan, Sinonsayang, Tenga, Amurang Timur dan Pinapalangkow. Proses yang melewati dua fase ini awalnya diikuti 350 petani kopra binaan Cargill.

Fase pertama, petani mendapatkan pelatihan praktek bertani yang baik. Tujuannya, petani memaksimalkan penggunaan lahan dan efisien dalam operasionalnya.

Petani juga dilatih praktik tumpang sari tanaman kelapa, pengelolaan kelapa, proses pascapanen terintegrasi, manajemen keuangan, akses pasar.

Fase kedua, berdasarkan pertimbangan hasil pada fase pertama, petani yang memiliki kinerja tinggi ditawarkan pelatihan Sustainable Agriculture Practices-praktik pertanian berkelanjutan.  Hanya 88 petani yang memenuhi syarat mendapatkan sertifikasi berkelanjutan.

Herry Pongantung (62), petani asal Kumelembuai yang telah terserfikasi mengakui, proses mendapatkan sertifikasi ini tak mudah. Katanya, apa yang diajarkan berbeda dari apa yang selama ini menjadi kebiasaan petani kopra.

Tapi ia bangga karena bisa mendapatkan pengetahuan baru. Selain itu, dengan kopra yang bersertifikasi, mereka bisa mendapatkan harga kopra lebih baik. “Hasil kelapa juga bisa meningkat sekitar 30-50 persen dan ada komisi harga khusus,” katanya.

Imelda Tandako, Plant Manager Cargill Indonesia Amurang menambahkan, kapasitas produksi Cargill Amurang rata-rata 15 ribu ton hingga 16 ribu ton per bulan.

Kebutuhan produksi bisa dipenuhi petani asal Sulut ketika musim panen raya. Manakala produksi turun, kebutuhan kopra dipenuhi dari Tobelo, Malut dan Sulawesi Tengah.

“Petani kopra Sulut yang sebagian besar ada di Minsel bisa memasok rata-rata 60 persen dari total kebutuhan produksi kami. Sisanya kami ambil dari luar,” ujar Imelda.

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved