News Analysis

Memenuhi Kebutuhan Pabrik Ikan Jadi Pekerjaan Rumah

Pukat harimau memang berdampak buruk bagi ekosistem karena mengeruk isi laut tanpa memperhatikan ukuran tangkapan.

Memenuhi Kebutuhan Pabrik Ikan Jadi Pekerjaan Rumah
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Ikan yang dijaring diduga menggunakan pukat harimau 

News Analysis oleh:
Gustav Mamangkey
Ketua Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pukat harimau memang berdampak buruk bagi ekosistem karena mengeruk isi laut tanpa memperhatikan ukuran tangkapan, dari ukuran paling kecil sampai besar.

Dampak dari kebijakan ini memang untuk tataran riset apakah jumlah tangkapan ukuran besar saat ini melimpah, memang masih dilakukan riset.

Beberapa daerah melaporkan adanya peningkatan sumberdaya ikan di laut.

Namun demikian, apakah ikan - ikan berukuran besar lebih banyak ditangkap?

Masih dalam tahap analisis Tim Riset Unsrat.

Walaupun sebagian nelayan melaporkan adanya peningkatan tangkapan.

Namun demikian, ternyata belum cukup memenuhi kebutuhan ikan industri untuk pabrik pabrik pengalengan di Bitung.

Hal ini berhubungan dengan terbatasnya armada akibat moratorium kapal eks asing.

Hal ini mengindikasikan bahwa kita dulu (khususnya di Bitung) sangat tergantung pada keberadaan kapal asing.

Sementara kebijakan penambahan armada kapal bagi kelompok nelayan yang dibagi tempo hari kurang efektif mengingat nelayan kita terbiasa bekerja individual dengan perahu tradisional.

Ketika tiba-tiba dikelompokkan dalam satu kelompok untuk menangani sebuah kapal maka konflik kepentingan pun terjadi
Jadi, kebijakan susulan Susi untuk menambah armada perlu dikaji kembali.

Jadi, di laut sudah terjadi peningkatan sumber daya ikan namun belum di-utilisasi dengan baik. Kebutuhan yang mendesak dari pabrik ikan masih belum bisa terpenuhi. Tetapi kalau untuk kebutuhan pasar tradisional selalu tercukupi.

Nah ini perlu segera ditengahi agar kebutuhan industri juga segera terpenuhi disamping regulasi Susi tetap berjalan.
(Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help