Sampah Plastik Juga Bahayakan Manusia, Banyak Penyu Terlilit Plastik

Sampah plastik berdampak langsung terhadap organisme laut dan tidak langsung bagi manusia.

Sampah Plastik Juga Bahayakan Manusia, Banyak Penyu Terlilit Plastik
NOAA
Microplastics yang terbawa ombak di tepi pantai. (Photo Credit: NOAA) 

News Analysis oleh:
Ir Boyke Toloh MSc
Dosen FPIK Unsrat

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sampah plastik berdampak langsung terhadap organisme laut dan tidak langsung bagi manusia.

Dampak langsung terhadap organisme laut yang dikhawatirkan adalah kepada organisme yang dilindungi.

Banyak contoh penyu mati karena makan plastik, tapi juga terlilit dengan tali plastik.

Yang paling heboh ditemukan bungkus plastik camilan dalam tubuh ikan Raja Laut.

Jadi dengan adanya kasus seperti tersebut di atas maka dampak langsungnya yang paling di khawatirkan adalah musnahnya hewan - hewan yang dilindungi.

Dampak tidak langsung sebenarnya lebih berbahaya bagi manusia.

Dampak ini terjadi karena sampah-sampah plastik terdegradasi menjadi kecil-kecil bahkan dalam bentuk partikel sangat kecil yang sekarang ini menjadi bahan diskusi Global yaitu microplastics.

Dalam penelitian akhir-akhir ini microplastics justru ditemukan pada Zooplankton jenis Krustasea.

Zooplankton ini pada gilirannya dimakan oleh ikan kecil, kemudian ikan kecil ini dimakan oleh ikan yang lebih besar dan seterusnya sampai dimakan oleh ikan yang lebih besar, akhirnya manusia memakan ikan tersebut.

Ini dikenal sebagai rantai.

Jadi secara tidak langsung manusia ketika konsumsi ikan dari rantai makanan tersebut maka manusia sebenarnya makan ikan yang mengandung partikel plastik.

Ini sudah menjadi konsentrasi ilmuwan dunia.

Dari berbagai penelitian diketahui bahwa hampir 30% ikan hearing yang ditangkap di lepas pantai Jepang mengandung microplastics, sehingga dikhawatirkan bahwa pada tahun 2050, persentase ikan yang mengandung microplastics akan mendekati 50% sehingga kemungkinan satu ekor dari dua ekor ikan yang kita beli di pasar mengandung microplastics. (Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help