Kemerdekaan RI

Kisah Perjuangan Adolf Lembong, Dari Belantara Filipina, Tertawan di Jogja, Meninggal di Bandung

Sebuah konvoi berisi puluhan tentara Jepang diadang oleh sekelompok gerilyawan. Pemimpinnya bernama Adolf Lembong.

Kisah Perjuangan Adolf Lembong, Dari Belantara Filipina, Tertawan di Jogja, Meninggal di Bandung
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Patung peringatan Adolf Lembong di TMP Kairagi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Filipina, 7 Januari 1945, Sebuah konvoi berisi puluhan tentara Jepang diadang oleh sekelompok gerilyawan.

Tembak menembak terjadi.

Tentara Jepang waktu itu adalah tentara terbaik dunia dengan reputasi menakutkan, sebagai penakluk tentara Amerika dan Inggris, dua negara super power militer, dalam sejumlah medan tempur di pasifik.

Namun hari itu mereka kehilangan sengat.

Tentara yang pernah mempermalukan Jenderal Douglas Mc Arthur, Komandan Tertinggi Sekutu di medan perang pacific ini, roboh satu persatu bagai ayam dalam pembantaian.

Baca: Inilah Kisah 3 Pengibar Merah Putih Saat Proklamasi 17 Agustus 1945

Sebanyak 27 tentara Jepang tumpas. Hebatnya lawannya tak kehilangan satu prajurit pun.

Ini bukan adegan film hollywood tapi benar benar kisah nyata. 

Kaum gerilyawan penumpas tentara Jepang itu punya latar belakang unik.

Mereka berasal dari negeri seberang, tepatnya sebuah daerah di Celebes bernama Minahasa.

Pemimpinnya bernama Adolf Gustaaf Lembong atau Adolf Lembong.

Baca: Fakta tentang AA Maramis, Pendiri Bangsa yang Belum Jadi Pahlawan Nasional

Halaman
1234
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help