Penjualan APLN Susut di Semester I: Menanti Racikan Bisnis Kimia Farma

PT Agung Podomoro Land Tbk mencatatkan marketing sales atau penjualan pemasaran Rp 1,4 triliun sepanjang semester I 2018.

Penjualan APLN Susut di Semester I: Menanti Racikan Bisnis Kimia Farma
kompas.com
Kalau inflasi 8 persen, maka dalam 5 tahun mendatang nilai propertinya akan menjadi sekitar Rp 660 juta. Penghitungan adalah inflasi 8 % x 3 x 5 x Rp 300 juta. Artinya, nilai tabungan Anda bukann berkurang, tetapi malah terus bertambah," ujar Marcell. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk mencatatkan marketing sales atau penjualan pemasaran Rp 1,4 triliun sepanjang semester I 2018. Pencapaian tersebut menurun sekitar 41,67% ketimbang periode yang sama tahun lalu yakni Rp 2,4 triliun.

Marketing sales di paruh pertama tahun ini menyusut karena tak ada penjualan lahan. "Kalau di semester pertama tahun lalu kami ada penjualan lahan industri sekitar Rp 1,4 triliun," kata Wibisono, Investor Relations PT Agung Podomoro Land Tbk saat dihubungi KONTAN, pada Jumat (10/8) pekan lalu.

Kontributor penjualan pemasaran terbesar semester I 2018 adalah proyek Podomoro Park Buah Batu di Bandung, Jawa Barat. Agung Podomoro sudah memasarkannya mulai kuartal I 2018.

Menurut rancang bangun, Podomoro Park Buah Batu adalah kompleks perumahan di lahan seluas 100 hektare (ha). Tahap pembangunan terbagi menjadi tiga. Di tahap I, Agung Podomoro bakal menghadirkan tiga klaster perumahan berkapasitas sekitar 500 unit.

Selama Januari-Juni tahun ini, Agung Podomoro telah menyerap dana belanja modal Rp 2 triliun. Dana itu untuk membiayai pembangunan konstruksi proyek yang sudah berjalan.

Adapun sepanjang tahun ini, Agung Podomoro mengincar marketing sales Rp 4,9 triliun. Alhasil, perusahaan yang tercatat dengan kode saham APLN di Bursa Efek Indonesia ini masih harus mengejar penjualan pemasaran sebesar Rp 3,5 triliun pada semester II 2018.

Selama enam bulan pertama tahun ini, Agung Podomoro meraih penjualan dan pendapatan Rp 2,49 triliun. Jumlah itu turun 36,63% year on year (yoy). Adapun laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk menyusut lebih dari 11 kali menjadi Rp 61,80 miliar.

Manajer Bisnis Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Manado, Drs Abdul Aziz MM Apt dan dr Jimmy Lalita meninjau Apotek Kimia Farma Singkil usai diresmikan, kemarin.
Manajer Bisnis Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Manado, Drs Abdul Aziz MM Apt dan dr Jimmy Lalita meninjau Apotek Kimia Farma Singkil usai diresmikan, kemarin. (Istimewa)

Menanti Racikan Bisnis Kimia Farma

PT Kimia Farma (Persero) Tbk ingin mengerek pertumbuhan bisnis secara lebih signifkan. Makanya, perusahaan farmasi pelat merah tersebut ingin menghadirkan dua pabrik baru dan mengakuisisi tiga rumahsakit.
Proses pembangunan dua pabrik baru masih berlangsung hingga kini. Kedua pabrik berlokasi di Jawa Barat, yakni Banjaran (Bandung) dan Cikarang (Bekasi).

Rencana akuisisi rumahsakit juga belum tuntas. "Akuisisi masih due diligence, tapi kami bakal melakukan yang terbaik untuk bisa menyelesaikan satu sampai dua transaksi dalam tahun ini," tutur Honesti Basyir, Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk kepada KONTAN, Minggu (12/8).

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved