PDIP Mengalah soal Ijazah Caleg: 40 Calon DPRD Sulut Tereleminasi

Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Utara mencoret 40 nama bakal calon legislatif DPRD Sulut. Sejumlah figur populer tak masuk daftar

PDIP Mengalah soal Ijazah Caleg: 40 Calon DPRD Sulut Tereleminasi
tribun manado/infografis:norman
Infografis bakal caleg DPRD Sulut yang tak masuk DCS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Utara mencoret 40 nama bakal calon legislatif DPRD Sulut. Sejumlah figur populer tak masuk daftar calon sementara (DCS) di antaranya politisi PDIP Andrei Angouw, Teddy Kumaat, Richard Sualang dan Agustine Kambey.

Di Partai Golkar ada mantan Bupati Sangihe Winsulangi Salindeho, Wakil Bupati Sitaro Siska Salindeho dan Arthur Kojongian. Kemudian politisi Nasdem Vicktor Mailangkay dan politisi Gerindra Herry Kereh.

Bakal caleg dari empat partai yang punya kursi di DPRD Sulut dinyatakan tidak memenuhi syarat. Nama-nama tak masuk daftar uji publik yang baru saja dirilis komisi penyelenggara pemilu (lihat grafis).

Andrei Angouw tanggapi santai kasus caleg PDIP di Dapil Manado. Ia malah bercanda dengan wartawan ketika dikonfirmasi namanya tak masuk DCS. “Tidak yakin juga bisa masuk," ujar Andrei bercanda sembari tertawa, Senin (13/8/2018).

Malah ia membawa nama salah satu anggota DPRD yang tidak lagi nyaleg 2019. "Senasib dengan Elo," ujarnya lagi bercanda.

Elo, dimaksud Andrei, Edwin Lontoh, Anggota DPRD Sulut dari Fraksi Demokrat. Andrei menjelaskan, memang ada persoalan pada kelengkapan berkas salah satu caleg perempuan akibatnya dinyatakan TMS.

Sudah begitu karena menyangkut syarat keterwakilan perempuan, turut mempengaruhi seluruh daftar caleg "Hilang semua nama (caleg)," ujarnya tersenyum.

Pangkal soalnya ternyata masalah surat keterangan pengganti ijazah. Sesuai peraturan Mendikbud yang jadi acuan KPU Sulut, surat itu juga harus ditandatangani kepala dinas. Sementara dokumen yang siap cuma ditandatangani kepala sekolah, tanpa mengetahui kadis.
PDIP kehilangan semua (delapan) caleg DPRD Sulut di Daerah Pemilihan I Manado.

Nasdem pun senasib, delapan caleg di Dapil I ‘ludes’ dicoret KPU. Di Dapil Sulut VI (Minahasa-Tomohon), Partai Berkarya yang bernasib apes. Semua (sepuluh ) caleg yang diajukan dinyatakan tidak memenuhi syarat atau TMS.

Partai Golkar pun ikut kena getah. Enam caleg dicoret termasuk nama besar, dua di antaranya berstatus kepala daerah dan mantan kepala daerah.
Khusus Gerindra, satu di antara bakal calegnya dari Dapil I Manado ikut dicoret atas nama Herry Kereh, berstatus mantan terpidan korupsi.
Caleg PDIP di Dapil Manado tak muncul di DCS.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help