Nasib Bisnis Kopra Tidak Menentu, Petani Belum Ingin Tebang Pohon Kelapa

Selain harga kopra yang tak kunjung naik, petani kelapa juga mengeluh tidak adanya fasilitas kredit murah dari pemerintah.

Nasib Bisnis Kopra Tidak Menentu, Petani Belum Ingin Tebang Pohon Kelapa
Tribun manado / Alex Bryan Taroreh
Grafis Produk Turunan Kelapa 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Nasib bisnis kopra kian gelap setelah harga kopra terus turun.

Bila pada akhir tahun 2017, harga rata-rata kopra mencapai Rp 11.000 per kilogram (kg) di tingkat pabrik, saat ini turun menjadi rata-rata Rp 6.000 per kg di tingkat petani dan Rp 8.000 per kg di tingkat pabrik.

Menurut Wakil Ketua Umum Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) Amrizal Idroes, harga kopra di tingkat petani saat ini bertahan rendah hanya di kisaran Rp 6.000 per kg.

"Harga itu relatif stabil sejak awal tahun 2018," ujarnya, Minggu (12/08/2018).

Sedangkan untuk kopra kualitas rendah, harganya hanya Rp 4.000 per kg.

Akibat harga kopra yang rendah itu, Amrizal mengklaim, ada potensi alih fungsi lahan petani.

"Untuk sekarang belum ada petani yang menebang pohon kelapa, tapi cuma mengeluh karena harga kopra yang rendah," katanya.

Baca: Akibat Harga Kopra Anjlok Petani Kopra di Kotamobagu Memilih Mengurus Padi

Selain harga kopra yang tak kunjung naik, petani kelapa juga mengeluh tidak adanya fasilitas kredit murah dari pemerintah.

Untuk itu, Amrizal mengatakan, pihaknya sedang mengkaji upaya mengajukan proposal ke pemerintah, agar petani kopra juga mendapat fasilitas permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa, HIPKI juga tengah berupaya melakukan diversifikasi produk kelapa.

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved