Maksimalkan Program Kementerian ESDM dengan Konversi BBM ke LPG, DKP Bolmong Usulkan 250 Unit Konkit

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memanfaatkan program pemerintah melalui Ditjen Migas Kementerian ESDM.

Maksimalkan Program Kementerian ESDM dengan Konversi BBM ke LPG, DKP Bolmong Usulkan 250 Unit Konkit
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG
Kadis DKP Bolmong, Wahyudin Gonibala 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Maickel Karundeng

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memanfaatkan program pemerintah melalui Ditjen Migas Kementerian ESDM dalam melakukan diversifikasi energi melalui program konversi BBM ke LPG yang menyasar kepada para nelayan kecil.

"Nantinya akan ada pembagian konverter kit (konkit) gratis bagi nelayan dengan usulan awal 250 unit," ucap Kadis Perikanan dan Kelautan Bolmong Wahyudin Gonibala, kepada Tribunmanado.co.id, Senin (13/8/2018).

LPG dipilih sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan karena sudah familiar di masyarakat serta kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama dengan motor berdaya rendah.

Program konversi BBM ke LPG untuk nelayan juga bertujuan memberikan energi yang murah, bersih, aman, dan ramah lingkungan. Selain itu, juga membantu ekonomi masyarakat nelayan agar lebih sejahtera.

Gonibala menjelaskan, nelayan yang berhak menerima konkit nelayan harus memenuhi persyaratan, antara lain memiliki kapal dengan ukuran 5 GT, berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP, menggunakan jenis alat tangkap yang ramah lingkungan serta belum pernah menerima bantuan sejenis dan memiliki kartu nelayan.

Program pembagian paket perdana konverter kit BBM ke LPG dikhususkan untuk nelayan kecil dengan aktivitas mencari ikan sekitar 10 jam perhari atau bisa disebut one day fishing. Paket konversi BBM ke LPG yang akan dibagikan adalah menggunakan mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 2 unit beserta isinya, konverter kit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer, dan lainnya) serta as panjang dan baling-baling.

Penggunaan LPG dibandingkan BBM untuk nelayan kecil mendatangkan manfaat ekonomi yang besar.

Berdasarkan penelitian dan pengalaman lapangan, penggunaan 1 tabung LPG 3 kg dapat disetarakan dengan 7 liter bensin, sehingga apabila unsur subsidi ditiadakan dalam perhitungan keekonomian, maka perbandingan nilai pengeluaran yang menjadi beban nelayan adalah Rp 33.000 (harga 3 kg LPG non-subsidi) berbanding dengan Rp 52.500 (harga 7 liter Bensin non-subsidi/Pertalite).

Dengan demikian, terdapat selisih sebesar Rp 19.500 yang dapat disisihkan untuk setiap penggunaan satu tabung LPG 3 kg pada saat nelayan mencari ikan. Penghematannya mencapai 40 persen.

Dinas Perikanan dan Kelautan telah melakukan uji coba terkait penggunaan tabung LPG 3 kg.

"Kamis telah usulkan sekitar 250 unit atau satu set bagi para nelayan," ungkap Gonibala.

Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil Bolmong Supriadi Agantu menambahkan, bantuan tersebut secara perorangan akan dibagikan dengan harapan dapat membantu para nelayan.

Tahapan ini sementara dalam verifikasi Dinas Perikanan dan Kelautan Bolmong. Pengisian formulir pendaftaran sementara berjalan dan bulan Juni data yang ada harus di masukkan di pusat.

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help