16 Hari Mencari Makan, Seekor Paus Ini Masih Bawa Anaknya yang Telah Mati

Seekor paus pembunuh membawa anaknya yang diperkirakan telah mati selama 16 hari hanya untuk mencari makan di lepas pantai Pulau Vancouver

16 Hari Mencari Makan, Seekor Paus Ini Masih Bawa Anaknya yang Telah Mati
Center For Whale Research/ Ken Balcomb
Induk paus masih bawa anaknya yang telah mati selama 16 hari 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seekor paus pembunuh menarik perhatian dunia.

Pasalnya, paus itu masih membawa anaknya yang diperkirakan telah mati selama 16 hari untuk mencari makan.

Induk paus itu pertama kali terlihat membawa anaknya pada 24 Juli 2018 di lepas pantai Pulau Vancouver.

Dikutip dari Grid.ID dari abc News pada 12 Agustus 2018, anak paus itu diyakini mati pada 24 Juli.

Namun, para peneliti yang mempelajari pembunuh Residen Selatan itu mengatakan, sang induk masih terlihat 'menggendong' anaknya hingga Rabu (8/8/2018).

Perlu diketahui, paus pembunuh akan membawa-bawa anaknya yang telah mati selama seminggu.

 
Tapi, induk paus yang ditemukan kali ini disebut 'memecahkan rekor'.

Bagaimana tidak? Induk itu membawa anaknya yang telah mati hingga kira-kira 16 hari.

Sementara induk itu berduka atas bayinya yang mati, anak paus lainnya berada di ambang kematian.

"Mungkin ini hanya cara untuk melupakan rasa kehilangannya.

Dia mungkin akan kehilangan dua lagi dalam dekade terakhir," kata Ken Balcomb, ilmuwan senior di Pusat Penelitian Ikan Paus.

Seperti yang diberitakan BBC pada 9 Agustus 2018, hanya sekitar sepertiga dari paus pembunuh yang bisa bertahan hidup -dalam 20 tahun terakhir-.

Lebih lanjut dikatakan, kehamilan paus di tiga tahun terakhir ini tidak menghasilkan keturunan yang sehat dan lebih rentan terhadap kematian dini.

Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help