GMIM Immanuel Wanea Nyanyikan Lagu Mars Yubelium, Lomba Paduan Suara Interdominasi Gereja

GMIM Immanuel Wanea ikut berpartisipasi dalam lomba paduan suara dewasa campuran interdenominasi gereja, di Mantos Tiga, Manado, Sulawesi Utara.

GMIM Immanuel Wanea Nyanyikan Lagu Mars Yubelium, Lomba Paduan Suara Interdominasi Gereja
TRIBUN MANADO/NIELTON DURADO
GMIM Immanuel Wanea dalam lomba paduan suara dewasa campuran interdenominasi gereja, di Manado Town Square (Mantos) Tiga, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (11/08/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - GMIM Immanuel Wanea ikut berpartisipasi dalam lomba paduan suara dewasa campuran interdenominasi gereja, di Manado Town Square (Mantos) Tiga, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (11/08/2018).

Lomba paduan suara itu dalam rangka Yubelium 150 Tahun Keuskupan Manado Tingkat Kevikepan Manado.

Pada lomba tersebut peserta dari jemaat GMIM Immanuel Wanea ikut membawakan mars Yubelium yang merupakan biasa dinyanyikan oleh umat Katolik.

Mereka tampak lancar membawakan lagu mars Yubelium dan disambut tepuk tangan oleh para penonton di Mantos Tiga.

Menurut ketua panitia kevikepan Manado Pastor Frans Mandagi mengatakan bahwa mars Yubelium adalah lagu wajib dalam lomba kali ini.

"Jadi semua peserta wajib membawakan lagu ini," kata dia.

Frans menambahkan sangat bangga jika mars Yubelium bisa dinyanyikan oleh jemaat yang Non-katolik.

"Ini justru melambangkan kerukunan di Sulut, dan tidak ada yang salah jika mars Yubelium dinyanyikan oleh gereja lain," aku dia.

Kurang lebih ada 7 tim yang bertanding dalam lomba kali ini. Ketujuh peserta tersebut yakni Paroki Roh Kudus Tomohon, Paroki Santo Yoseph Kleak Manado, Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting, Paroki Yesus Gembala Baik Paniki, Paroki Santo Ignatius Manado, Fire Choir dari GPDI Tikala, dan GMIM Imanuel Wanea.

"Peringatan Yubelium biasanya diperingati dalam 50 tahun sekali, dan saat ini usianya sudah 150 tahun," ucapnya.

Amatan Tribun Manado lagu dari Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting yakni Tumbu-tumbu Blanga mendapat sambutan yang paling meriah.

Sementara Paroki Yesus Gembala Baik Paniki tampil dengan memakai baju khas Papua dan membawakan lagu Yamke Rombe Yamke.

"Besar harapan kami peringatan Yubelium 150 Tahun ini umat bisa lebih bertumbuh dalam Kristus Yesus, dan terus mempraktikkan ajaran-ajarannya dalam setiap kehidupan," tegas Mandagi.

Sementara itu, Kepala Bappelitbang Manado Liny Tambajong mengapresiasi kegiatan paduan suara interdenominasi gereja dalam rangka Yubelium 150 Tahun Gereja Katolik bertumbuh kembali di Keuskupan Manado.

"Sangat baik, dan patut untuk dipertahankan. Selain itu kegiatan kali ini bisa menjaga hubungan kekeluargaan antara gereja di Sulut," tandasnya. (Tribunmanado.co.id/Nielton Durado)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved