Waspada Daging Jenis ini yang Memicu Bipolar

Banyak orang berpendapat bahwa gangguan bipolar disebabkan karena riwayat keluarga atau pengalaman traumatik penderita.

Waspada Daging Jenis ini yang Memicu Bipolar
Ilustrasi 

Umumnya ditandai perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania dan depresi.

Karena itu istilah medis menyebutnya manic depressive.

Periset pun menindaklanjuti hal ini dengan melakuan riset yang menggunakan tikus sebagai subjeknya.

Tikus tersebut diberi makan berupa dendeng, daging sapi yang diawetkan, untuk menunjukan peningkatan perilaku bipolar dan pola tidur yang tak teratur.

Baca: Berapa Lama Makanan Berbahan Daging Bisa Disimpan di Kulkas?

Berdasarkan pengamatan, profesor neurovirologi Robert Yolken, salah satu periset, menyimpulkan kandungan nitrat, pengawet yang biasa digunakan pada daging adalah penyebab hal ini terjadi.

Nitrat memiliki sifat antibakteri, menurut Yolken, zat inilah yang telah mengubah mikrobioma tikus dan manusia.

Dalam penelitian sebelumnya, ia dan timnya mencoba memberi probiotik pada pasien yang dirawat di rumah sakit karena mengalami fase mania.

Alhasil, pasien cenderung tidak akan dirawat kembali dalam enam bulan ke depan.

Periset belum menemukan bagaimana proses perubahan mikrobioma ini memengaruhi otak.

Baca: Pentol Isi Daging, Rasanya Pasti Jadi Favorit Keluarga

Menurut peneliti, bakteri mungkin mengirim sinyal melalui saraf vagus, yang menghubungkan usus dan otak.

Halaman
123
Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help