Jusuf Kalla 'Jaga Gawang': Ma'ruf Janji Tetap Pakai Sarung

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan tidak akan ikut menjadi juru kampanye (Jurkam) dalam pilpres mendatang.

Jusuf Kalla 'Jaga Gawang': Ma'ruf Janji Tetap Pakai Sarung
Internet
Jusuf Kalla 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan tidak akan ikut menjadi juru kampanye (Jurkam) dalam pilpres mendatang. Baik sebagai jurkam pasangan Jokowi-Maruf Amin atau untuk pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Saat bertemu JK di ruang kerja Wapres, Kamis (9/8), lalu Jokowi sempat membicarakan kemungkinan JK menjadi Ketua Tim pemenangannya.

JK memastikan lebih memilih fokus melaksanakan tugas pemerintahan. "Bukannya menolak, tapi Pak JK memilih jadi penjaga gawang saja. Pak JK  punya pertimbangan lebih luas bagi kepentingan bangsa dan tentunya akan mengedepankan kepentingan bangsa tersebut,"Juru Bicara Wapres Husain Abdullah di Jakarta memastikan, Jumat (10/8).

"Memilih tetap konsisten melaksanakan pemerintahan hingga akhir masa pemerintahan Jokowi-JK.Tanpa harus terlibat dalam kegiatan Pilpres," lanjutnya.

Dengan demikian, lanjut Husain pemerintahan akan tetap berjalan baik. Terutama saat Presiden  Jokowi cuti kampanye dan keperluan Pilpres lainnya yang padat dan  menyita waktu kerja . "Jadi peran  Pak JK dalam membantu melaksanakan tuga tugas kepresidenan selama Pilpres pun sangat dibutuhkan," ujarnya.

Pilihan Pak JK tersebut, katanya lagi,  semata untuk menjaga kesinambungan pelayanan dan memastikan tetap berjalannya roda pemerintahan selama tahapan Pilpres.

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy yang kerap disapa Romy saat ditemui di Kantor KPU kemarin  mengatakan siapa yang akan memimpin sebagai ketua  tim sukses Jokowi-Maruf Amin. Ia menjelaskan, karena Jokowi berasal dari Jawa Tengah dan Ma'ruf Amin berasal dari Banten maka calon ketua tim sukses dari luar Jawa."Depannya M lagi. Kan sudah benar inisialnya depannya M lagi," ungkap Rommy sambil tertawa.

Rommy meminta publik menunggu siapa sosok yang akhirnya ditunjuk sebagai ketua tim sukses. Menurut dia, ketua tim akan diumumkan dalam waktu dekat. "Inisialnya M, tinggal, kalo kita letakkan madura di luar Jawa ya dia madura berati di luar jawa," ujarnya.

Rommy menjelaskan, pastinya calon ketua tim sukses adalah tokoh senior, berpengalaman, di pemerintahan dan dianggap selama ini mengawal pemerintahan presiden Jokowi serta Jokowi memiliki hubungan yang sangat luas dengan orang yang disebut berinisial M. "Sebelun ditulis siapa nanti, jangan ditulis orangnya dulu kasihan nanti orangnya," ungkapnya.

Rommy berharap Mahfud MD bersedia menjadi tim sukses. Rommy mengaku, hingga kini masihg terus  berkomunikasi dan pada saatnya nanti Mahfud akan memberikan jawaban."Saya pribadi baru sempat telefon Pak Mahfud semalam," ungkap Romi.

Jumat (4/8) lalu  para sekjen Partai Politik pendukung Jokowi-Maruf Amin  menggelar rapat.Mereka yang hadir diantaranya Sekjen PDIP Hasto Kristianto, Sekjen Golkar Lodwijk F Paulus, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen NasDem Johnny Plate, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan, dan Sekjen Hanura Herry Lontung Siregar.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help