Buya Syafii Maarif dan Sumanto Al Qurtuby: Stop Politisasi Agama!

Senada dengan Buya, Sumanto menganggap, praktik politisasi agama hanya merendahkan martabat agama bahkan menghina Tuhan.

Buya Syafii Maarif dan Sumanto Al Qurtuby: Stop Politisasi Agama!
Basuki
Buya dan Sumanto: Muslim harus cerdas, jangan mau dibodohi para tengkulak agama. 

Ia dicurigai menyimpan agenda terselubung untuk membangkitkan kembali kekuasaan suku Bani Nabhan yang pernah menjadi penguasa politik di Oman tahun 1154-1624.

HT hanyalah “alat” untuk menggolkan ambisi Taqiyuddin.

“Khilafah” hanyalah nama saja untuk mewujudkan ilusinya.

“Saya heran, di Indonesia, HT laku dijual. Padahal, di negara asalnya, HT sepi peminat. Bahkan, di negara-negara Arab, HT dilarang,” ujar Sumanto.

Menyoroti maraknya mahasiswa-mahasiswa dan dosen-dosen eksakta yang terpapar radikalisme, Buya menengarai, fenomena ini terjadi karena pengetahuan agama mereka masih tingkat TK.

“Kita harus bisa membedakan antara Islam dan Arabisme. Arabisme tidak semuanya baik. Arabisme ada yang baik ada yang salah jalan. Arabisme yang tersesat hanya fokus pada bungkus atau casing. Karena levelnya masih ritual, jangan heran kalau mereka lebih mengagumi jenggot daripada hal-hal yang substansial,” sindirnya.

Buya yang dikenal hidup sangat sederhana dan pernah menolak tawaran untuk menjadi Komisaris Utama sebuah perusahaan BUMN ini mengingatkan agar Muslim Indonesia makin cerdas.

Katanya, “Peradaban Arab Muslim sekarang ini sedang jatuh. Negara-negara Timur Tengah disibukkan dengan konflik horizontal. Masak rongsokan peradaban Arab yang jatuh ini kita impor? Kita beli? Yang cerdas dikit, dong!”

KEMBANGKAN NALAR KRITIS

Buya yang menempuh S3-nya di Chicago di bawah bimbingan ahli Islam ternama kelahiran Pakistan, Prof Fazlur Rahman ini berpesan, kita para intelektual, jangan sampai malas belajar, malas membaca.

Halaman
1234
Editor: Sigit Sugiharto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help