Tjahjo: Kepala Daerah Jadi Timses Capres Boleh Tapi Tak Boleh Pakai Fasilitas Negara

Mendagri Tjahjo Kumolo menegaskan, kepala daerah yang menjadi tim sukses atau bagian di dalam capres dan cawapres diperbolehkan.

Tjahjo: Kepala Daerah Jadi Timses Capres Boleh Tapi Tak Boleh Pakai Fasilitas Negara
Istimewa
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan, kepala daerah yang menjadi tim sukses atau bagian di dalam calon presiden dan wakil presiden diperbolehkan.

Meski demikian, Tjahjo mengingatkan soal penggunaan fasilitas negara saat berkampanye. Kepala daerah yang mengikuti kampanye–atau bahkan menjadi jurkam–wajib cuti.

Dan, terpenting tidak menggunakan fasilitas negara seperti mobil dinas dan lain-lain.

"Saya kira pandai-pandailah menempatkan posisinya pada saat dia kampanye ya mengajukan cuti. Sekarang saja kalau pilkada cuti. Seorang gubernur kalau mau mendukung calon partainya dia cuti. Kalau kampanye saya kira cuti," kata Tjahjo, Kamis (9/8).

Kepala daerah atau wakil kepala daerah kata Tjahjo adalah jabatan politis. Berbeda dengan jabatan Sekretaris Daerah atau Sekda yang masuk rumpun Aparatur Sipil Negara, dimana menurut aturan perundang-undangan harus netral.

Jadi, kepala daerah atau wakil kepala daerah bisa menjadi bagian dari timses capres. Bahkan bisa ikut berkampanye.

" Kalau ASN netral, tapi kan gubernur itu kepala daerah, mayoritas pasti simpatisan atau anggota partai atau didukung oleh partai," katanya.

Mantan Ketua Timses pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla di pemilihan presiden 2014 itu juga menjelaskan, kenapa kepala daerah harus ajukan cuti ketika ia hendak berkampanye di pilpres.

Ini untuk menghindari penyalahgunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik. Dan, itu yang ingatkan Tjahjo. Kepala daerah yang jadi timses capres jangan sekali-kali gunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye politik.

"Jangan menggunakan fasilitas Negara, fasilitas pemda untuk kepentingan pasangan calon tertentu," katanya.

Prinsipnya, kata dia, kepala daerah atau wakil kepala daerah boleh jadi bagian dari timses capres. Bahkan boleh masuk dalam struktur tim sukses secara resmi, tak hanya tim hore saja.

Hanya saja, yang paling penting, tugas dan kewajiban sebagai kepala daerah tak terbengkalai. Dan lebih penting lagi, taat aturan.

" Saya kira enggak ada masalah (masuk struktur timses capres). Menurut saya enggak ada masalah," katanya.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help