Reverse Stock ARTI Terganjal

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) menunda reverse stock. Alasan fundamental

Reverse Stock ARTI Terganjal
Google
Bursa Efek Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) menunda reverse stock. Alasan fundamental menjadi dasar hal tersebut.

BEI menilai fundamental ARTI saat ini kurang oke. "Untuk reverse stock, fundamental harus kuat," ujar Gede Nyoman Yetna, Direktur BEI, Selasa (7/8).

Sejatinya, pendapatan ARTI di kuartal I-2018 naik 57% menjadi Rp 87,51 miliar. Laba bersih naik 20% jadi 1,81 triliun. Laporan keuangan kuartal dua belum tersedia, namun disebut-sebut kinerja ARTI lebih positif.

Tapi, itu belum cukup. Menurut hitungan BEI, bila reverse stock tetap berjalan, harga saham ARTI usai reverse stock tidak mencerminkan fundamentalnya.

Sebelumnya, ARTI ingin reverse stock dengan rasio 10:1. Tapi rencana ini lebih dulu mendapat protes dari investor sebelum akhirnya BEI meminta reverse stock ditunda.

Madusari Murni Tawarkan Harga IPO Rp 500-Rp 600

PT Madusari Murni Indah memulai proses penawaran saham perdananya. Produsen etanol ini akan melepas 495,95 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor.

Harga initial publik offering (IPO) saham Madusari dipatok di kisaran Rp 500 hingga Rp 600 per saham. Alhasil, perusahaan yang nantinya bakal tercatat dengan kode saham MOLI ini mengincar dana segar Rp 247,97 miliar hingga Rp 297,57 miliar.

Direktur Utama PT Sucor Sekuritas Wiwiek Sutanto mengatakan, harga saham perdana itu mencerminkan price earning ratio (PER) 2018 sebesar 9 kali-11 kali.

Sucor, yang menjadi penjamin emisi IPO Madusari, akan mengalokasikan 80% dari total penawaran saham untuk investor institusi lokal yang akan menjadi anchor investor. Lalu sisa saham akan ditawarkan ke investor ritel.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help