Harga Kopra Anjlok, Disperindagkop Bolsel Dorong UKM Kelola Limbah Kelapa

Disperindagkop di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) berupaya agar limbah olahan kelapa

Harga Kopra Anjlok, Disperindagkop Bolsel Dorong UKM Kelola Limbah Kelapa
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Proses pembakaran tempurung kelapa menjadi arang di Pinolosian 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeke

TRIBUNMANADO.CO.ID -- Dinas Perdagangan dan Kooperasi (Disperindagkop) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) berupaya agar limbah olahan kelapa akan memberikan dampak berupa nilai tambah ekonomi bagi para petani.

Hal ini sebagai respon menurunnya harga kopra.

"Kami berupaya untuk memberi nilai tambah terhadap prodak ikutan seperti sabut dan tempurung kelapa," ujar Kepala Disperindagkop Bolsel Amstrong Apollo, Kamis (9/8/2018)

Baca: Perindagkop Bolsel Konsultasikan Pengembangan Usaha Minyak Kelapa Murni ke Pemprov

Kata dia, pihaknya akan membentuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang khusus menangani dua produk tadi menjadi barang berharga yang bisa dijual.

"Itulah tujuan kami dua hari ini berkunjung ke pusat pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)," ucapnya.

Baca: TNI AL Berencana Gelar Baksos di Bolsel

Kata dia rencananya serabut akan dibuang menjadi tali serta keset kaki dan tempurung dijadikan kancing baju, gantungan kunci, arang, dan sebagainya.

"Pemda juga harus siap mendukung UKM," pintanya.

Baca: Dispora Bolsel Utus Atlet Terbaik Ikut Liga Pelajar Tingkat Provinsi

Phaknya sudah berkoordinasi dengan bidang pertanian untuk potensi serabut dan tempurung kelapa.

"Tapi belum ada jumlah real," bebernya.

Dia ingin program ini berjalan berkelanjutan sebagaimana yang diharapkan oleh bupati dan wakil bupati bahwa hasil pertanian harus menghidupkan masyarakat.

"Tidak boleh timbul tenggelam khususnya untuk kerja sama," ucapnya. 

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved