Tekan Penyebaran Hoaks, WhatsApp Mulai Batasi Peredaran Pesan Terusan

Sesuai janjinya, WhatsApp akan bergerilya menekan peredaran hoaks di platform pesan instan tersebut.

Tekan Penyebaran Hoaks, WhatsApp Mulai Batasi Peredaran Pesan Terusan
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sesuai janjinya, WhatsApp akan bergerilya menekan peredaran hoaks di platform pesan instan tersebut.

Janji ini dibuktikan dalam pembaruan WhatsApp di iOS versi 2.18.81 yang mulai disebar bagi pengguna iPhone di India.

Pembaruan tersebut akan mulai membatasi jumlah pesan terusan (forwarded) sebanyak lima kontak saja dalam satu waktu.

Jika pengguna memilih lebih dari lima kontak, maka akan muncul notifikasi berupa pop-up yang menginformasikan bahwa pengguna sudah mencapai batas maksimal.

Jumlah ini sangat jauh berkurang dibanding sebelumnya, yang memperbolehkan pengguna meneruskan pesan hingga 250 kontak.

WhatsApp juga mencopot tombol pintas " shortcut forward" yang biasanya ada di samping konten media.

Tangkapan layar fitur forward yang telah dibatasi(Beebom)
Tangkapan layar fitur forward yang telah dibatasi(Beebom) ()

Pembatasan dan pencopotan shortcut tersebut baru mulai berlaku di India, yang memang menjadi perhatian WhatsApp soal peredaran hoaks yang merajalela.

Dalam postingan blognya bulan lalu, WhatsApp menyampaikan jika India menjadi negara yang paling masif meneruskan pesan, foto, dan video dibanding negara manapun, sebagaimana KompasTekno lansir dari Phone Arena, Rabu (8/8/2018).

Belum jelas apakah jumlah maksimal pesan terusan akan sama di semua negara atau tidak.

Sebelumnya, WhatsApp sesumbar jika selain India, negara lain akan menerima pembatasan pesan terusan hingga 20 kontak.

Pemerintah India memang sedang menyoroti WhatsApp yang dianggap sebagai wadah hoaks tersubur. Banyaknya kejadian pembunuhan tak masuk akal di sana, diduga dipicu dari pesan hoaks berantai yang berceceran di WhatsApp.

Pembatasan ini merupakan bagian dari perang hoaks yang bertebaran di WhatsApp

Sebelumnya, WhatsApp memberikan label "forwarded" sebagai penanda pesan yang diteruskan. Namun cara tersebut agaknya kurang ampuh melawan maaknya hoaks yang beredar.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help