Cari Solusi Harga Kopra, Kadis Perindagkop Bolsel Bertolak ke Manado

Amstrong Apollo, bertolak ke Kantor Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara untuk mencari solusi terkait harga kopra harganya 'menyiksa' petani.

Cari Solusi Harga Kopra, Kadis Perindagkop Bolsel Bertolak ke Manado
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Pengangkut kelapa di Desa Dumagin 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Kepala Dinas Perdagangan dan Kooperasi (Perindagkop) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Amstrong Apollo, bertolak ke Kantor Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk mencari solusi terkait harga olahan kelapa (kopra) harganya 'menyiksa' petani, Rabu (8/8/2018), 

"Satu diantara persoalan yang akan kami sampaikan adalah terkait harga kopra," ujarnya, via seluler saat dalam perjalanan menuju Kota Manado.

Kata dia, persoalan ini harus ditangani secara bersama-sama dengan instansi terkait yaitu Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP).

"Harap ada kepedulian, bersama-sama kita cari solusi," ujarnya.

Amstrong menuturkan, pihaknya membutuhkan data real dari DPKP mulai dari jumlah kelapa, petani, dan pembeli se-Bolsel sehingga lebih memudahkan saat menyampaikan runut persoalan ke provinsi.

"Takutnya persoalan harga di lapangan dipermainkan karena petani terlanjur mengadaikan kuartal kelapa kepada pembeli," ujarnya.

Diumpamakan karena harga yang rendah kemudian petani harus membayar ongkos produksi kelapa mahal, maka harus ngutang kepada pembeli dan dibayar dengan kuartal kelapa selanjutnya.

Misalnya pinjam uang dengan jaminan hasil atau buah kelapa dua atau tiga tahun seterusnya hasul hanya untuk pembeli.

"Dan memang seperti ini," ucapnya.

Meski demikian, kata dia pembeli juga bukanlah seorang tengkulak karena sebagian besar petani yang menawarkan diri dengan membuat kesepakatan bersama.

"Belum habis kuartal ke dua sudah ngutang sambung kuartal ke tiga," ucapnya.

Sementara itu belum lama ini Kepala DPKP Sugeng Purwono, mengatakan, harga kelapa memang tidak stabil, kadang naik kadang juga turun semua mengikuti permintaan pasar.

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help