Home »

Bisnis

» Makro

Perekonomian Sulut Melambat di Triwulan II-2018

Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) padaTriwulan II -2018 tercatat tumbuh sebesar 5,83 persen (yoy) dan 6,23 persen (qtq).

Perekonomian Sulut Melambat di Triwulan II-2018
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH
Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulut serta Intansi melakukan sidak pasar tradisional untuk mengetahui harga bahan pokok dan strategis, Kamis (31/5/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) padaTriwulan II -2018 tercatat tumbuh sebesar 5,83 persen (yoy) dan 6,23 persen (qtq). Jumlah tersebut jauh di bawah proyeksi dan lebih rendah dibanding pertumbuhanekonomi triwulan I-2018 sebesar 6,68 persen(yoy), Selasa (07/08/2018).

"Meskipun demikian pertumbuhan tersebut sedikit meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama pada tahun 2017 5,80 persen (yoy), dan lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Nasional yang tercatat sebesar 5.27 persen (yoy)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Soekowardojo dalam rilisnya.

Secara sektoral, perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II - 2018 didorong oleh kontraksi di sektor Pertanian , perlambatan pertumbuhan sektor Konstruksi dan Transportasi.

Kontraksi di sektor Pertanian satu di antarasatunya disebabkan oleh produksi padi dan jagung yang menurun. Sektor Kontruksi mengalami perlambatan sejalan dengan perlambatan investasi. Hal ini sejalan dengan masih lambatnya realisasi belanja modal pemerintah dan pembangunan proyek infrastruktur strategis di Sulut.

Perlambatan di sektor transportasi disebabkan melambatnya pertumbuhan penumpang khususnya untuk penerbangan domestik. Sementara itu pertumbuhan signifikan sektor industri dan masih kuatnya sektor perdagangan berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Sulut triwulan II-2018.

Sektor perdagangan besar dan Eceran meningkat sebesar 6,67 persen (yoy) dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut sebesar 0,85 persen(yoy), seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi pada saat perayaan Paskah, Ramadan dan Idul Fitri 2018.

Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh sebesar 8,91 persen(yoy) dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut sebesar 0,78 persen(yoy), sedangkan Industri Pengolahan Sulut mengalami peningkatan sebesar 7,69 persen.

Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang, dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai angka 0,77 persen (yoy). Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan perekonomian Sulut triwulan II-2018 terutama didorong oleh meningkatnya kinerja ekspor barang dan jasa, Konsumsi Pemerintah dan Konsumsi Lembaga Nonprofit Rumah Tangga (LNPRT). (erv)

Penulis: Herviansyah
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help