Pemerintah Desa Trans Patoa Kembangkan Objek Wisata Mangrove

erbagai terobosan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dalam rangka mengembangkan sektor pariwisata di desa.

Pemerintah Desa Trans Patoa Kembangkan Objek Wisata Mangrove
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Pembangunan jembatan dan pembersihan lokasi untuk home stay 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Berbagai terobosan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dalam rangka mengembangkan sektor pariwisata di desa-desa.

Satu di antarannya objek wisata mangrove di Desa Trans Patoa, Kecamatan Helumo, saat ini dalam tahap pengembangan.

Sangadi (Kepala Desa) Trans Patoa, Anwar Stirman menuturkan, mengalokasikan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2018 sebesar Rp 306 juta untuk pengembangan objek wisata mangrove seluas 10 hektare.

"Dana digunakan untuk pembangunan jembatan sepanjang 224 meter dan pembangunan dua menara di lokasi hutan mangrove," kata Anwar Minggu (5/8) di sela-sela aktivitas kerjannya.

Untuk menopang pengembangan wisata mangrove di desa Trans Patoa bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

"Kami juga mengajukan proposal pembangunan home stay di lokasi wisata mangrove kepada Kementrian Desa (Kemendesakan) dan direspon positif," ujarnya agar ditopang melalui pembangunan.

"Itu salah satu fasilitas penunjang yang wajib dimiliki ketika objek wisata itu mau dikembangkan. Pagu anggaran yang kita usulkan sejumlah 600 juta dan sudah disetujui," ungkapnya.

Kata dia, saat ini pihaknya sementara membangun jembatan sebagaimana yang dianggarkan dalam ADD dan DD sambari menunggu Kemendes datang survey.

"Sementara untuk pembangunan home stay kami sudah menyiapkan lahan seluas satu hektare," katanya lagi.

Pembangunan home stay akan dimulai saat jembatan penghubung ke lokasi mangrove sudah selesai dibangun, dan saat ini pembangunan jembatan sudah dimulai.

"Diprediksi September pembangunan home stay action," beber Anwar.

Dituturkannya, pengembangan wisata mangrove ini selain untuk mempromosikan potensi yang ada di desa, juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang ada di desa.

"Kita harus pintar-pintar menggunakan anggaran yang ada, agar dampaknya untuk desa dan masyarakat bisa dirasakan dan tujuan program juga tepat sasaran, karena nantinya wisata mangrove ini juga akan dikelolah oleh Bumdes," tuturnya.

Sekadar diketahui, ADD/Dandes Desa Trans Patoa tahun 2018 sebesar 1.021.500.000. Dianggarkan untuk program fisik yaitu pembangunan jembatan dan menara di wisata Mangrove Rp 306 juta, dan pembangunan jalan usaha tani dengan total anggaran Rp 281 juta, sisanya digunakan untuk program pemberdayaan desa.

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help