DP3APPKB Sitaro Usulkan ke Kemen PPPA untuk Sarana P2TP2A

Menurut James Marthin, penting untuk P2TP2A memiliki gedung sendiri demi memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak.

DP3APPKB Sitaro Usulkan ke Kemen PPPA untuk Sarana P2TP2A
TRIBUN MANADO/JHONLY KALETUANG
James Marthin 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Kepulauan Sitaro telah mengusulkan ke Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk pembangunan gedung khusus bagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Hal ini dikatakan Plt Kadis James Marthin.

Menurutnya, penting untuk P2TP2A memiliki gedung sendiri demi memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak khususnya bagi anak yang mengalami kekerasan, apalagi kekerasan seksual.

"Pengusulan kami telah diterima Kemen PPPA, tinggal menunggu saja," ujarnya.

Dia menambahkan, nantinya kalau sudah di acc oleh Kemen PPPA, gedung P2TP2A akan dilengkapi dengan ruangan khusus bagi anak-anak yang mengalami kekerasan seksual dan akan dilakukan pembimbingan terlebih khusus dalam bidang kerohanian karena kami akan melibatkan tokoh-tokoh agama di dalamnya.

"Pengusulan ini sangat penting sebab dapat mengurangi risiko anak-anak yang mengalami kekerasaan seksual menjadi nakal (pekerja seks komersial) karena telah mengalami hal tersebut," katanya lagi.

"Saya berharap pengusulan ini segera diterima, meski kekerasan seksual masih kurang di Sitaro tapi ada baiknya jika kita sudah mengantisipasi lebih dulu," kunci Martin.

Terpisah, Tokoh Masyarakat Sitaro Halasan Tampubolon mengatakan, memang sangat penting adanya bangunan tersebut, agar dapat bermanfaat bagi warga di negeri 47 pulau yang perlu penanganan masalah tersebut.

"Semoga cepat terealisasi apa yang sudah diusulkan oleh dinas, agar segera dirasakan manfaatnya," akhirnya. (Tribunmanado.co.id/Jhonly Kaletuang)

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help