Dinas DP3PPKB Sitaro Usulkan Pembangunan Pusat Pelayanan Terpadu Anak, Ini Tujuannya

Penting untuk P2TP2A memiliki gedung sendiri demi memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak

Dinas DP3PPKB Sitaro Usulkan Pembangunan Pusat Pelayanan Terpadu Anak, Ini Tujuannya
TRIBUN MANADO/JHONLY KALETUANG
Sejumlah pelajar sekolah dasar mengantre pada Imunisasi Measles Rubella di Ulu Siau, Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu (01/08/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3PPKB), Kabupaten Kepulauan Sitaro, mengusulkan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk pembangunan gedung khusus bagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Demikian dikatakan Plt Kadis James Marthin.
Menurutnya, penting untuk P2TP2A memiliki gedung sendiri demi memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak khususnya bagi anak yang mengalami kekerasan, apalagi kekerasan seksual.

"Pengusulan kami telah diterima Kementerian, tinggal menunggu saja," ujarnya.

Dia menambahkan, nantinya kalau sudah disetujui oleh Kementerian PP dan PA, gedung P2TP2A akan dilengkapi dengan ruangan khusus bagi anak-anak yang mengalami kekerasan seksual, dan akan dilakukan pembimbingan, terlebih khusus dalam bidang kerohanian. Serta akan melibatkan tokoh-tokoh agama di dalamnya.

"Pengusulan ini sangat penting sebab dapat mengurangi risiko anak-anak yang mengalami kekerasaan seksual menjadi nakal," katanya lagi.

"Saya berharap pengusulan ini segera disetujui, meski kekerasan seksual masih kurang di Sitaro, tapi ada sebaiknya mengatisipasi lebih dulu," kunci Martin.

Tokoh Masyarakat Sitaro Halasan Tampubolon mengatakan, memang sangat penting adanya bangunan tersebut, agar dapat bermanfaat bagi warga di negeri 47 pulau yang perlu penanganan masalah tersebut.

"Semoga cepat terealisasi apa yang sudah diusulkan oleh dinas, agar segera dirasakan manfaatnya," ujarnya. (oly)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help