Renungan Minggu

Kasih Tanpa Batas, 'Torang Samua Basudara'

Hidup dalam perbedaan adalah hal yang wajar dalam kehidupan kita sebagai masyarakat yang majemuk.

Kasih Tanpa Batas, 'Torang Samua Basudara'
ISTIMEWA
Pdt Marco Wagey STh MTh 

Yesus sengaja memberi contoh imam dan orang Lewi ini untuk mengkritik kebiasaan ahli taurat yang selalu bergaul di Bait Suci tapi tidak melakukan kehendak Allah.

Memang tidak disebutkan bahwa orang yang ditolong oleh orang Samaria itu adalah orang Yahudi, akan tetapi jarak perjalanannya dari Yerusalem ke Yerikho menunjukkan bahwa dia adalah orang Yahudi.

Hal ini memberi arti bahwa mereka yang dianggap tidak layak menolong mereka yang menganggap diri layak.

Inilah suatu bentuk bukti kasih yang tanpa batas yang memiliki hidup yang kekal itu.

Selain itu Yesus mau mengatakan bahwa hal warisan ilahi itu tidak hanya dikhususkan bagi orang Yahudi tetapi bagi semua orang yang mau bertobat dan melakukan kasih itu.

Oleh karena itu, untuk memahami dan menerima perbedaan itu, belajarlah melakukan kasih yang tanpa batas itu.

Kita tidak akan dilayakkan jika kita selalu berpikir lebih dari orang lain dan mengesampingkan orang lain.

Ungkapan bijak mengatakan 'adalah baik mengasihi orang yang mengasihi kita, tapi jauh lebih baik mengasihi mereka yang tidak mengasihi kita' dan itulah kasih tanpa batas itu.

Selain itu kita harus belajar bahwa kasih bukan berarti membiarkan yang salah tapi kasih itu tujuannya membenarkan yang salah.

Jika kita mengaku bahwa kita adalah ahli waris kerajaan Allah atau keselamatan itu, jangan pernah berhenti hidup pada kasih yang tanpa batas sekalipun kita berbeda.

Amin.

(Tribunmanado.co.id/Ferdinand Ranti)

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Alexander Pattyranie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help