Renungan Minggu

Kasih Tanpa Batas, 'Torang Samua Basudara'

Hidup dalam perbedaan adalah hal yang wajar dalam kehidupan kita sebagai masyarakat yang majemuk.

Kasih Tanpa Batas, 'Torang Samua Basudara'
ISTIMEWA
Pdt Marco Wagey STh MTh 

Mereka beranggapan bahwa jawaban Yesus akan sama seperti apa yang mereka pikirkan, tetapi nyatanya Yesus menjawab berbeda dengan yang mereka pikirkan.

Yesus memulai dengan mengemukakan pertanyaan balik kepada ahli taurat mengenai apa yang tertulis dalam Hukum Taurat (karena mereka adalah orang orang yang berpegang pada Taurat).

Jawaban mereka pada ayat 27, 'Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri', adalah dasar jawaban Yesus untuk mengkritik mereka.

Yesus memberi perumpamaan mengenai orang Samaria yang murah hati.

Mengapa orang Samaria?

Orang Yahudi beranggapan bahwa orang Samaria bukan lagi pemilik hak waris kerajaan Allah itu, sekalipun mereka sama-sama menyembah Tuhan, tapi perkawinan campur dari orang Samaria membuat mereka dipandang tidak layak.

Menginjak daerah orang Yahudi pun mereka tidak dilayakkan.

Yesus memusatkan perhatian kepada apa yang dilakukan oleh orang Samaria ini.

Sekalipun mereka dianggap tidak layak, akan tetapi apa yang dilakukan oleh orang Samaria ini adalah suatu bentuk belas kasih yang tanpa batas.

Seorang Imam, Seorang Lewi yang kesehariannya bergaul di Bait Suci tapi mereka tidak mempraktikkan kasih itu.

Halaman
123
Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Alexander Pattyranie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved