Renungan Minggu

Kasih Tanpa Batas, 'Torang Samua Basudara'

Hidup dalam perbedaan adalah hal yang wajar dalam kehidupan kita sebagai masyarakat yang majemuk.

Kasih Tanpa Batas, 'Torang Samua Basudara'
ISTIMEWA
Pdt Marco Wagey STh MTh 

Renungan Minggu oleh:
Pdt Marco Wagey STh MTh

Lukas 10 : 25 – 37

HIDUP dalam perbedaan adalah hal yang wajar dalam kehidupan kita sebagai masyarakat yang majemuk.

Akan tetapi kadang kala kenyataan membuat kita tidak bisa menerima perbedaan ini.

Salah paham, gesekan, bahkan perselisihan adalah persoalan yang membuat kehidupan bersama kita tidak harmonis lagi.

Kita mengingat semboyan orang Manado yaitu 'Torang Samua Basudara', ataupun semboyan pemersatu bangsa 'Bhinneka Tunggal Ika' menggambarkan cita cita kehidupan bersama yang harmonis.

Kita sebenarnya punya impian untuk hidup dalam kebersamaan itu tapi kita kadangkala terbatas pada apa yang namanya 'memahami dan menghargai perbedaan itu'.

Dalam Lukas 10 : 25 – 37, secara tidak langsung Yesus sebenarnya mau mengkritik paradigma orang Yahudi yang mengkhususkan bangsa mereka sebagai ahli waris kerajaan Allah itu.

Para ahli taurat mau mencobai Yesus dengan mengemukakan pertanyaan jebakan, 'Guru apa yang harus kami perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?'.

Para ahli taurat memahami bahwa kehidupan yang kekal itu adalah warisan ilahi yang dikhususkan bagi orang Yahudi, sehingga orang-orang di luar Yahudi tidak memiliki hak untuk warisan tersebut.

Halaman
123
Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Alexander Pattyranie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved