Dari Seratus Lebih Bank Sampah di Bitung, Sisa 60 Persen yang Masih Aktif

Kalau sekarang tinggal 60 persen yang masih aktif dari seratus lebih bank sampah di Kota Bitung

Dari Seratus Lebih Bank Sampah di Bitung, Sisa 60 Persen yang Masih Aktif
Tribun manado / Alpen Martinus
Dinas Lingkungan Hidup Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Pemanfaatan bank sampah di Kota Bitung untuk mengurangi sampah plastik masih ada sampai sekarang.

Meski menurut Audy Lengkong Kasi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bitung, instansi yang masih rutin memanfaatkan bank sampah masih kurang.

"Kalau sekarang tinggal 60 persen yang masih aktif dari seratus lebih bank sampah di Kota Bitung. Memang pasang surut seperti itu, tapi kami terus mengingatkan mereka," jelas dia, Jumat (3/8).

Bank sampah itu tersebar di beberapa instansi semisal kantor kelurahan, kantor kecamatan, dinas, instansi lainnya, termasuk sekolah.

"Ada bank sampah utama di Dinas Lingkungan Hidup, kemudian cabangnya di instansi tersebut, namun kebanyakan di sekolah mereka lebih teratur," jelas dia.

Sistemnya dari sekolah mengumpulkan dan dari dinas akan menjemput menggunakan mobil dan akan meneruskan ke pengepul plastik. Harganya tergantung dari harga plastik dari pengumpul.

"Sekolah nanti mencatat berapa kilogram yang dikumpulkan dalam buku tabungan sampah, sehingga nanti saat mereka mau menukarkan dengan uang bisa datang ke dinas, terpenting plastiknya sudah dibayar oleh pengumpul, ya seperti tabungan bank," jelas dia.

Uang yang diperoleh bisa digunakan instansi tersebut untuk kebutuhan mereka."Bank sampah juga membantu untuk mengurangi sampah plastik pada tingkat pertama," jelasnya.

Menurutnya plastik botol bening lebih mahal harganya daripada plastik botol warna."Kalau plastik bening per kilogram bisa sampai Rp 4 ribu, tapi kalau botol warga itu di bawah harga," jelas dia.

Biasa dari instansi yang pisahkan namun kadang kami juga yang pisahkan botolnya.

"Apalagi kalau sudah dibersihkan, biasa harganya lebih bagus," jelasnya. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help