Bank Sampah ‘Sayang Bumi’ Sangat Terkenal, Namun Belum Ada Investor Datang Beli Sampah Plastik

Bank Sampah bernama 'Sayang Bumi' di lingkungan I kelurahan Tosuraya Barat sudah membumi di seantero Minahasa Tenggara.

Bank Sampah ‘Sayang Bumi’ Sangat Terkenal, Namun Belum Ada Investor Datang Beli Sampah Plastik
Tribun manado / Christian Wayongkere
Bank Sampah Sayang Bumi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Bank Sampah bernama 'Sayang Bumi' di lingkungan I kelurahan Tosuraya Barat sudah membumi di seantero Minahasa Tenggara.

Keberadaan bank sampak yang dikelola Kepala Lingkungan II Gunawan Supijo alias pala Iwan bersama masyarakat, menampung sampah plastik seperti gelas dan botol air mineral serta penutup botol plastik dan penutup gelon air.

"Sekarang tertumpuk di belakang bank sampah tidak tahu mau dibawa ke mana, karena belum ada pihak ketiga yang mau membeli. Kami minta peran pemerintah, untuk melihat dan mengatasi ini, percuma saja kami berusaha kumpul dan hanya tertahan tidak jadi nilai ekonomis," keluh Pala Iwan saat diwawancarai Tribun Manado, Jumat (3/8/2018).

Bersama dengan 80 lebih anggota kelompok di bank sampah yang terletak di lingkungan II Keurahan Tosuraya Barat Kecamatan Ratahan, terus giat mengumpul supaya bisa mengatasi keberadaan sampah plastik.

Pala Iwan menjelaskan, untuk nilai dari sampah plastik yang dikumpulkan di bank sampah, kalau pembeli langsung datang mengambil plastik campuran belum dipisah Rp 1.000 per kg, gelas air mineral yang sudah dibersihkan Rp 4 ribu per kg sedangkan untuk botol air meniral harganya di bawah.

"Ada juga tutup botol plastik dan galon yang dipisah. Itu nilainya untuk tutup galon air Rp 4 ribu per kg," jelasnya.

Adapun untuk sistem hasil yang diperoleh seperti tabungan, oleh kelompok sepakat ambil sekaligus di akhir tahun berjalan. "Tapi ada juga tidak ambil uang melainkan ditukar dengan bahan pokok," tambahnya.

Dinas Lingkungan hidup (DLH) Minahasa Tenggara tak menampik jika saat ini penjualan sampah plastik dari bank sampah kepada pihak ketiga mandek.

"Solusinya kami akan mencari dan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga yang hendak membeli sampah, karena kalau tidak percuma mereka kumpul sampah," kata Vera Manaroinsong, Kepala Seksi Pengolahan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Mitra.

Keberadaan bank sampah di Mitra sendiri sangat minim, pihaknya baru mencatat satu bank sampah.

Sementara dari informasi yang diperoleh sudah ada di beberapa sekolah namun belum melakukan pelaporan. Khusus sekolah Adiwiyata mulai SD hingga SMA wajib ada bank sampah karena mereka adalah sekolah yang berwawasan lingkungan.

Kepala Bidang Persampahan Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Deddy Siwi menambahkan, untuk bank sampah ada dua macam sekolah dan kelurahan.

"Untuk pengumpulannya ada waktunya, kalau sekolah biasanya saat bulan Juni begitu juga dengan bank sampah di masyarakat, biasanya saat ada hajakan hari raya itu banyak sampah plastik yang terkumpul," urai Deddy.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved