Penetrasi Smartphone Pelanggan XL Capai 77 Persen

Penetrasi smartphone pada pelanggan XL Axiata telah meningkat 10 poin persentase menjadi 77 persen pada akhir semester 1 2018

Penetrasi Smartphone Pelanggan XL Capai 77 Persen
istimewa

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Penetrasi smartphone pada pelanggan XL Axiata telah meningkat 10 poin persentase menjadi 77 persen pada akhir semester 1 2018 bila dibandingkan dengan tahun lalu. Ini berarti XL Axiata saat ini memiliki 40,8 juta pelanggan yang menggunakan smartphone , meningkat 21 persen bila dibandingkan dari periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini melalui siaran persnya mengatakan terus bertambahnya pelanggan dengan smartphone tersebut mendorong peningkatan pada total trafik di jaringan XL Axiata sebesar 76 persen (YoY) pada semester pertama 2018 ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian ini terutama didorong oleh kenaikan trafik data, sementara di periode yang sama trafik layanan tradisional (voice dan SMS) terus menurun. Mayoritas trafik data XL Axiata saat ini adalah melalui penggunaan layanan 4G.

Untuk kinerja jaringan, investasi pada pembangunan jaringan data berkualitas yang XL Axiata lakukan secara masif telah mampu meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman yang baik pada penggunaan layanan oleh pelanggan.

Jaringan 4G LTE milik XL Axiata sekarang telah mencakup 380 kota/kabupaten di hampir seluruh provinsi Indonesia, didukung hampir 25.000 BTS 4G dan lebih dari 49.000 BTS 3G.

Investasi di wilayah luar Jawa juga terus berlanjut dan berhasil meningkatkan trafik pemakaian layanan data sekaligus berkontribusi pada kinerja kuat perusahaan. Total jumlah BTS milik XL Axiata, termasuk 2G, adalah sebanyak lebih dari 111.000 BTS.

Hasil aktivitas operasional perusahaan pada Semester pertama 2018 ini, XL Axiata mencatat pendapatan kotor sebesar Rp 11,1 triliun, meningkat 1 persen (YoY) didorong oleh pertumbuhan layanan telekomunikasi lainnya yang meningkat 23 persen (YoY).

Sementara itu, pendapatan dari layanan telekomunikasi selular tercatat flat berbanding dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 10,5 triliun dan berkontribusi 95 persen terhadap total pendapatan.

Adapun pendapatan dari layanan juga flat dibandingkan perolehan tahun sebelumnya, yaitu Rp 9,6 triliun, karena meski terjadi pertumbuhan pendapatan dari Layanan data, namun terjadi penurunan pada pendapatan layanan “legacy” (SMS dan voice).

Pendapatan layanan lainnya, terutama interkoneksi dan roaming, meningkat 5 persen menjadi Rp 900 miliar.

XL Axiata mencatat kerugian sebesar Rp 82 miliar pada 1H18 yang lebih rendah dibandingkan dengan laba Rp 143 miliar yang tercatat pada periode tahun sebelumnya.

Hal ini terutama disebabkan oleh EBIT yang lebih rendah sebagai akibat dari meningkatnya biaya depresiasi dan amortisasi.

Neraca XL Axiata tetap kuat dengan utang bersih terhadap EBITDA di 1.4x dan perusahaan terus mencapai arus kas bebas (free cash flow) positif.

Pada Semester 1 2018, EBITDA meningkat 2 persen (YoY) menjadi Rp 4 triliun karena pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya seiring marjin yang meningkat sedikit sebesar 0,2 persen (YoY).

Selama Semester 1 2018, XL Axiata melakukan pembayaran kembali pinjaman bank sebesar Rp1,5 triliun melalui pembiayaan kembali serta pembayaran pinjaman sebesar USD50 juta dan Rp1.040 miliar sukuk melalui dana internal. Mulai 30 Juni 2018, semua pinjaman USD eksternal XL Axiata sepenuhnya telah terlindungi nilainya hingga jatuh tempo.(erv)

Penulis: Herviansyah
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved