Jurusan Pariwisata Politeknik Manado tak Lagi Pakai Plastik

Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado tak lagi menggunakan bahan plastik di lingkungan kampus.

Jurusan Pariwisata Politeknik Manado tak Lagi Pakai Plastik
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Seminar sampah jurusan pariwisata di auditorium Politeknik Negeri Manado, Rabu (1/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado tak lagi menggunakan bahan plastik di lingkungan kampus. Ini untuk mengurangi produksi sampah plastik.

Ketua Jurusan Pariwisata, Oktavianus Lintong mengatakan program ini baru dimulai pada awal semester ini. Ide ini berawal ketika di media sosial beberapa kali viral ada bule yang mengangkat sampah di pinggir pantai.

"Kami kan malu, masa wisatawan asing yang lebih peduli dengan lingkungan. Sehingga kami memutuskan untuk menjalankan program mengurangi sampah plastik," ujar Ketua Jurusan Pariwisata, Oktavianus Lintong, Kamis (2/8).

Mahasiswa tak lagi boleh membawa botol plastik air mineral. Mereka hanya boleh membawa air mineral dalam botol yang penggunaannya berulang-ulang, seperti tumbler.

"Kami sediakan dispenser bagi mahasiswa. Bahkan ada mahasiswa yang menawarkan stiker di tumbler biar menunjukkan bahwa itu mahasiswa Jurusan Pariwisata. Dalam berbagai kegiatan, kamu menggunakan gelas kaca," ujarnya.

Selain pengurangan gelas kaca, Jurusan Pariwisata akan melakukan bersih-bersih di sepanjang pesisir pantai Manado. Ada tujuh titik yang akan dibersihkan Jumat ini. "Sampah kami jual dan uangnya untuk kampus," jelasnya.

Direktur Politeknik Negeri Manado Ever Notje Slat mengatakan Jurusan Pariwisata memang memberi perhatian pada lingkungan. Jurusan ini sedang menyatakan dukungannya untuk lingkungan lebih baik.

"Ini upaya yang baik. Mereka sedang mengupayakan bagaimana sampah plastik bisa berguna, melihat sampah ini sebagai peluang. Selain di kampus, mereka juga akan bersih-bersih pantai," ujarnya.

Ever mengatakan bukan tak mungkin pengurangan sampah plastik akan berlaku untuk semua lingkungan kampus, tak hanya Jurusan Pariwisata. "Ada LSM lingkungan yang menawarkan kerja sama, bagaimana menanggulangi sampah. Nanti ada semacam konsep membayar dengan sampah," jelasnya. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help