Berutang Rp 11,36 Triliun, JSMR Genjot Proyek Tol

PT Jasa Marga (Persero) Tbk semakin yakin pembangunan proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated)

Berutang Rp 11,36 Triliun, JSMR Genjot Proyek Tol
Kompas.com
Jalan Tol Batang-Semarang  

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk semakin yakin pembangunan proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) bakal rampung sesuai target. Pasalnya, anak usaha yang menggarap proyek tersebut, yakni PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek atawa JJC, baru saja mengantongi kredit sindikasi senilai Rp 11,36 triliun.

Kredit sindakasi berasal dari perbankan konvensional dan perbankan syariah. Beberapa krediturnya seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)-Unit Usaha Syariah, dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk-Unit Usaha Syariah. Penandatanganan kredit berlangsung pada Selasa, 31 Juli 2018 dan untuk jangka waktu 15 tahun.

JJC berdiri pada 28 November 2016. Jasa Marga mengempit 80% saham, sedangkan sisanya merupakan saham milik PT Ranggi Sugiron Perkasa. Nantinya, JJC akan mengoperasikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) sepanjang 36,40 kilometer (km).

Desi Arryani, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk mengemukakan, target operasional Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) adalah Maret tahun depan.

Hingga Juli tahun ini, pekerjaan kontruksi sudah sampai 40,22%. Selanjutnya selama Agustus hingga Desember 2018 nanti, Jasa Marga akan fokus pada pemasangan steel box girder dengan alat bernama launcher gantry.

Asal tahu saja, nilai pembiayaan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) menjadi yang terbesar untuk kategori jalan tol. "Ada banyak terobosan yang dilakukan dalam proyek jalan tol ini, baik dari sisi konstuksi dan teknologi, maupun dari sisi pembiayaan," kata Herry Trisaputra Zuna, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam kesempatan yang sama, Selasa (31/7).

Bagi Jasa Marga, beroperasinya Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) jelas akan menjadi tambahan sumber pendapatan tol baru pada tahun depan. Meskipun, belum ketahuan proyeksi pendapatannya.

Sementara tahun ini, Jasa Marga bersiap menikmati tambahan pendapatan tol sejalan dengan kenaikan tarif di ruas Tol Jakarta-Cikampek sebesar 6,81% dan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo (Bandara Soekarno-Hatta) sebesar 6,92% mulai Oktober 2018. "Jadi memang setiap dua tahun sekali mendapatkan kenaikan tarif berdasarkan inflasi," terang Desi.

Sekadar mengingatkan, setiap dua tahun sekali pemerintah memang menaikkan tarif jalan tol. Acuannya adalah Undang-Undang 38/2004 tentang Jalan.

Selain kenaikan tarif, tahun ini Jasa Marga menargetkan penambahan 300 km jalan tol baru bisa beroperasi. Saat ini, mereka telah memiliki konsesi tol sepanjang 1.527 km.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved