Caleg di Sulut Habiskan Rp 98,75 Miliar: 6.320 Calon Berebut 395 Kursi DPRD

Politik butuh biaya! Kontestasi 6.320 calon legislatif untuk 395 kursi DPRD di 15 kabupaten dan kota, Sulawesi Utara,

Caleg di Sulut Habiskan Rp 98,75 Miliar:  6.320 Calon Berebut 395 Kursi DPRD
ISTIMEWA
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Politik butuh biaya! Kontestasi 6.320 calon legislatif untuk 395 kursi DPRD di 15 kabupaten dan kota, Sulawesi Utara, diperkirakan menelan biaya Rp 98,75 miliar. Tiap caleg harus mengeluarkan anggaran untuk transportasi, konsolidasi, atribut kampanye dan konsumsi yang mencapai Rp 250 juta.

Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Marsaoleh Mamonto, menyiapkan dana Rp 250 juta untuk maju caleg pada Pemilu 2019. Biaya itu termasuk sosialisasi dan pencitraan.

Di tahun pertama pencalonan, ia mengaku hanya menyediakan Rp 4,7 juta. Saat pencalonan kedua, ia menyediakan Rp 27 juta.
Mamonto mengaku tidak sulit untuk menjadi caleg. Awalnya ia hanya mengeluarkan uang sedikit dan kini lebih mudah saat menjadi Ketua Dewan. “Sekarang dalam hal apa saja Ketua Dewan mengikuti. Jadi tidak sulit,” katanya kepada tribunmanado.co.id, Selasa (31/7/2018).

Ia mengaku PAN, tempat ia bernaung adalah partai profesional. Menjelang pemilu, ia dan bakal caleg PAN siap dalam segala hal. “Termasuk segi finansial. Semua memenuhi syarat,” katanya.

Mamonto untuk mencalonkan diri kembali. “Saya Ketua DPD II PAN,” katanya. Mamonto kemudian merinci anggaran yang dibutuhkan caleg. Uang transportasi kurang lebih Rp 50 juta untuk konsolidasi di tujuh kecamatan. Biaya atribut seperti baliho, banner, kaus dan stiker bisa Rp 50 juta. Terbesar adalah biaya konsumsi yang mencapai Rp 150 juta. Kata dia, ada juga biaya lainnya.

Rael Agow, Anggota DPRD Boltim lainnya, tidak menyebutkan jumlah dana yang disiapkan untuk pencalegkan kembali. Ia hanya menyebut dana yang disiapkan hanya sedikit. “Sekadar saja. Tidak ratusan juta (rupiah),” katanya. Agow hanya mengandalkan program dan menjalankan amanah dari konstutien.

“Semua relatif karena per pekan keluar (uang). Tahu-tahu sudah habis,” katanya.
Ia mengatakan uang hampir keluar setiap minggu. Paling banyak untuk kegiatan sosial. “Total semua banyak jadi saya tidak hitung. Saya besik guru dan karena itu, ini hanya masalah kepercayaan,” katanya.

Di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro, beberapa caleg tidak banyak menyiapkan amunisi menuju parlemen.

Cristian Pordasto Maniking, caleg dari PDIP, mengaku untuk amunisi yang dia persiapkan paling banyak dana operasional. “Karena harus dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Jadi butuh anggaran. Yang pasti puluhan juta rupiah dana yang dihabiskan,” kata Maniking, Selasa kemarin.

Bahkan lanjut dia, untuk biaya operasional tergantung karakteristik daerah. “Ada juga untuk biaya baliho, stiker,” ungkap lagi.
Lebih dari itu juga, kata dia, semua diserahkan pada pimpinan partai. “Sebagai petugas partai, apapun yang dipercayakan pasti dilaksanakan,” katanya.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help