Anak 3 Tahun Ditemukan Bertahan Hidup Hanya dengan Cara Ini Setelah 5 Hati Kakeknya Meninggal

Seorang bocah asal Tiongkok berusia 3 tahun bertahan hidup selama 5 hari dengan mengandalkan air keran setelah kakeknya meninggal

Anak 3 Tahun Ditemukan Bertahan Hidup Hanya dengan Cara Ini Setelah 5 Hati Kakeknya Meninggal
Kolase Tribun Manado
Lima Hari Kakeknya Meninggal, Anak 3 Tahun Ditemukan Bertahan Hidup Hanya dengan Cara Ini 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang bocah asal Tiongkok bisa bertahan hidup selama lima hari saat sang kakek meninggal di rumah yang hanya mereka tinggali berdua.

Bocah tiga tahun tersebut ditemukan oleh seorang kerabat dekat pada Jumat (27/7) sedang berbaring tak sadar di diebelah tubuh jenazah kakeknya (66).

Ia dan kakeknya, Wei Ximing tinggal di daerah Shangli, Guangxi.

Sepupu Wei, Wei Jingyu, mengatakan dia menemukan bocah itu ketika dia mengunjungi rumah tersebut untuk meminjam beberapa peralatan pertanian.

Wanita berusia 72 tahun itu mengatakan tidak ada yang menjawab ketika dia berteriak dan ada air turun dari lantai dua rumah.

"Sepupuku terbaring di lantai dekat tempat tidurnya," kata Wei Jingyu pada koran lokal setempat.

Dia mengatakan anak kecil itu berada di sebelah jenazah kakeknya dan hampir tidak bernapas sehingga dia membawanya ke tetangga untuk meminta bantuan.

Setelah diberi susu dan larutan garam, anak itu sadar dan kesehatannya membaik.

Setelah ditelusuri anak malang tersebut ternyata bertahan hidup hanya mengandalkan air keran di rumahnya tersebut.

Air keran di rumah
Air keran di rumah (scmp)

"Dia benar-benar beruntung ... kami mendengar seorang anak menangis dalam beberapa hari terakhir, tetapi kami sangat sibuk dengan pekerjaan pertanian kami, kami tidak benar-benar tak memperhatikan," kata Wei Jiang, yang tinggal di desa itu.

Bocah itu memang dirawat oleh kakeknya karena ibunya telah pergi dan ayahnya yang berusia 25 tahun bekerja di provinsi Guangdong.

Dia adalah satu dari sekitar 61 juta "anak-anak yang ditinggalkan" dari keluarga miskin di Tiongkok di mana orang tuanya meninggalkan rumah di pedesaan dan menjadi pekerja migran di kota-kota.

Rumah Wei
Rumah Wei (scmp)

Kakek itu adalah penggembala domba dan telah menggunakan tabungan hidupnya untuk membangun rumah batu bata bertingkat dua, meskipun ia tidak mampu merenovasinya.

Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved