Seberapa Penting Proses Pacaran Sebelum Menikah Jadi Tolok Ukur Mengerti Sikap Pasangan?

Berapa pasangan rupanya bisa merasa mantap dan yakin kalau pasangannya adalah jodohnya dalm tempo waktu kurang dari setahun.

Seberapa Penting Proses Pacaran Sebelum Menikah Jadi Tolok Ukur Mengerti Sikap Pasangan?
IST
Ilustrasi menikah 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Pada zaman sekarang banyak pasangan memilih untuk berpacaran lebih dahulu untuk meyakinkan diri mereka bahwa dengan mengenal lebih dulu sifat pasangan masing-masing agar hubungan ke jenjang selanjutnya nggak salah langkah.

Beberapa pakar menyarankan kita untuk menunggu waktu setahun untuk berpacaran dan mengenal kepribadian calon pasangan sebelum memutuskan untuk menikah.

Meskipun begitu, beberapa pasangan rupanya bisa merasa mantap dan yakin kalau pasangannya adalah jodohnya dalm tempo waktu kurang dari setahun.

Ada beberapa pasangan yang dengan cepat mengetahui bahwa orang yang saat ini bersamanya adalah jodoh. Tapi, ada juga yang butuh waktu lama untuk memastikannya.

Dilansir dari Kompas.com, Anita Chlipala seorang terapis pernikahan dan keluarga menyebutkan, masa romantis pacaran biasanya hanya terjadi beberapa bulan. Setelah itu, kita bisa melihat pasangan secara lebih realistis.

"Jika masih baru pacaran dan langsung memutuskan menikah, kita mungkin tak melihat sisi sesungguhnya dari pasangan sampai pernikahan terjadi," kata Anita.

Ya meskipun nggak semua pasangan yang cepat-cepat menikah pasti akan gagal ya, namun proses adaptasi terhadap sifat, kebiasaan, dan cara berpikir, pasangan akan dilalui dalam pernikahan dan ini nggak mudah.

Dilansir dari Elite Daily, Psikoterapis klinis Leslie Beth Wish berpendapat masa pacaran yang terlalu lama tanpa ada kepastian dan komitmen lebih serius, justru jadi salah satu indikasi hubungan yang nggak sehat dan nggak berjalan maju.

"Biasanya mereka cenderung tak menemui kesepakatan untuk memasuki komitmen yang lebih serius," kata Leslie.

Biasanya tipikal hubungan seperti ini harus menemui suatu keadaan yang ‘memaksa’ mereka dahulu untuk menikah. Misalnya, salah satu jatuh sakit atau akan ditugaskan bekerja ke kota lain, yang akhirnya kedua pihak bersedia untuk menikah.

Jadi, jika ingin mengurangi peluang perceraian, jangan buru-buru menikahsetelah memiliki kekasih, cobalah untuk saling mengenal lebih dalam.

"Kenali lebih dalam pasangan kita, dan lihat bagaimana perasaan kita setelah satu tahun masa pacaran," kata Leslie.

Editor: Rine Araro
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved