Pala Bukan ke Amerika tapi Eropa, Robert Winerungan Sebut Tidak Ada Pengaruh Perang Dagang

Dosen Fakultas Ekonomi Unima Robert Winerungan mengatakan, ini bukan dampak adanya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok.

Pala Bukan ke Amerika tapi Eropa, Robert Winerungan Sebut Tidak Ada Pengaruh Perang Dagang
ISTIMEWA
Robert Winerungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Saat ini kurs rupiah turun terhadap dolar.

Permintaan dunia untuk pala masih cukup tinggi.

Namun harga pala di Sulawesi Utara (Sulut) justru turun.

Dosen Fakultas Ekonomi Unima Robert Winerungan kepada Tribunmanado.co.id, Kamis (26/07/2018), mengatakan ini bukan dampak adanya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok.

"Pala bukan ke Amerika tapi ke Eropa. Kurs Rupiah terdepresiasi dan Dolar terapresiasi, terhadap Euro tidak,
ada sedikit tapi tidak separah Dolar. Ekspor ke Amerika kita untung. Tapi ekspor pala ini ke Eropa dan bukan Amerika juga bukan Tiongkok," kata dia.

Rupiah terdepresiasi jauh terhadap Euro tidak signifikan.

Menurutnya, itu menjadi penyebab harga pala itu tidak naik.

Kecuali di ekspor ke Amerika karena ditukarkan dengan dolar.

Karena pala hanya diekspor ke Belanda.

Makanya, kata dia, perlu ditelusuri lebih dalam.

Sulut paling banyak mengekspor ikan dan kopra.

"Makanya harganya tidak berubah signifikan," jelasnya.(Tribunmanado.co.id/Chintya Rantung)

Penulis: Chintya Rantung
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help