Analisa Tajam Piet Luntungan Soal Hancurnya Harga Kopra

Harga kopra terus anjlok. Ini menjadi perhatian Piet J. Luntungan, mantan anggota DPRD Minut

Analisa Tajam Piet Luntungan Soal Hancurnya Harga Kopra
Ist
Piet J. Luntungan, mantan anggota DPRD Minut 

Laporan Wartawan Tribun Manado, David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Harga kopra terus anjlok. Ini menjadi perhatian Piet J. Luntungan, mantan anggota DPRD Minut

Berikut analisanya yang dikirim ke Tribunmanado melalui aplikasi WhatsApp: 

Dewasa ini, petani kelapa sangat menderita karena sepanjang zaman daerah Nyiur melambai yang terkenal di dunia dengan produksi buah kelapanya mengalami  nilai ekonomisnya sangat rendah, tidak masuk diakal dan sangat menyengsarakan petani kelapa. Kelapa tidak lagi memilik nilai ekonomis dengan harganya Rp 1000 per kg untuk buah kelapa.

Hal ini bisa dilihat dari perhitungan di bawah ini ;

Biaya panjat perbuah Rp 300
Biaya kumpul Rp.100
Biaya transport untuk roda sapi sampai jalan oto Rp.50
Biaya kupas kelapa Rp. 100
Biaya transport ke pengumpul Rp. 100
Biaya utk pemeliharan dan pembersihan kebun dan lain-lain Rp. 200. Total biaya 850 .Sementara untuk pendapatan petani Rp 150. 

Petani yang memiliki 100 pohon untuk luas tanah 1 ha pendapatannya pertiga bulan 100 phn x 20buah × 150 per buah = rp 300.000.Pendapatan per bulan Rp 300000 : 3 bulan= Rp 100.000 untuk 100 pohon kelapa dengan luas lahan 1ha.

Harga kelapa yang sangat rendah ini bagi petani sangat tidak masuk akal dengan alasan bahwa :

1. Semua produk buah kelapa daging tempurung sabut diexport kemanca negara dengan US DOLAR.

2.TIDAK ADA produk dari buah kelapa yang dijual di dalam negeri

Halaman
12
Tags
kopra
Editor: Siti Nurjanah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help