P2TP2A Manado Tangani 20 Kasus Kekerasan Anak

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado tengah menangani 20 kasus kekerasan pada anak dalam waktu berjalan ini.

P2TP2A Manado Tangani 20 Kasus Kekerasan Anak
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Penganugerahan kota layak anak di Surabaya pada Senin (23/7/2018) malam 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado tengah menangani 20 kasus kekerasan pada anak dalam waktu berjalan ini.

Kasus ini sedang dalam penanganan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Manado.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Manado, Hetty Taramen melalui Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Julinda Legoh mengatakan jenis kekerasan pada 20 kasus tersebut bervariasi.

"Ada kekerasan seksual, ada pula KDRT. Bervariasi, namun para korban tetap anak-anak. P2TP2A tengah menangani kasus-kasus ini, sejak lembaga ini terbentuk," ujarnya Rabu Selasa (24/7).

Pemkot Manado membuat lembaga ini untuk menangani cepat kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Namun DP3A Manado mengakui masih banyak warga yang belum tahu soal lembaga ini.

"Memang kami butuh sosialisasi P2TP2A. Sampaikan ke masyarakat Pemkot Manado telah punya ini. Memang masyarakat masih banyak belum tahu, makanya kalau ada kasus kebanyakan langsung lapor ke polisi, padahal bisa melalui P2TP2A," ujar Sekretaris Dinas Pinkan Mantindas.

Ada standar operasional prosedur untuk mendapat layanan P2TP2A ini. Masyarakat sila melapor, tim akan membuat kajian. Lalu korban akan mendapat pendampingan dari tim, yang di dalamnya ada tenaga ahli.

"Seperti psikolog. Atau kalau butuh rohaniawan. Nanti ketika dalam proses hukum ada pengacara yang kami sediakan. Masyarakat Manado silakan melapor ke kami, tentu dengan persyaratan harus KTP Manado. Apakah itu korban sendiri ataupun keluarga korban," jelasnya. 

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help