PGI Utarakan 6 Ancaman Terhadap Anak, Ada Pedofilia, Narkoba hingga Pornografi

Pedofilia, darurat kekerasan anak, pornografi narkoba hingga perkawinan usia dini menjadi keprihatinan PGI

PGI Utarakan 6 Ancaman Terhadap Anak, Ada Pedofilia, Narkoba hingga Pornografi
TRIBUNNEWS
Sekretaris Umum PGI Gomar Gultom (tengah) dalam konferensi pers di Grha Oikumene, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pedofilia, darurat kekerasan anak, pornografi narkoba hingga perkawinan usia dini menjadi keprihatinan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Setidaknya ada enam persoalan yang menjadi ancaman bagi anak Indonesia.

Ancaman-ancaman tersebut dijabarkan oleh Sekretaris Umum PGI Gomar Gultom dalam seminar untuk bertajuk “Anak Indonesia, Anak GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat” di Grha Oikumene, Jakarta Pusat.

 
Seminar tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli di setiap tahunnya.

"Banyak kebijakan, program dan kegiatan yang sudah dibuat pemerintah dan masyarakat untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. Namun, masih belum optimal. Dengan berbagai perkembangan yang terjadi di Indonesia, permasalahan dan ancaman terhadap anak Indonesia makin besar dan kompleks," kata Gomar.

Pria yang menjabat sebagai Sekum PGI selama dua periode itu memaparkan 6 ancaman, yang disebutnya sebagai kondisi darurat anak di Indonesia. Keenam kondisi tersebut, antara lain:

1. Darurat Kekerasan Anak
Menurut data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), angka kekerasan terhadap anak meningkat secara signifikan baik anak yang menjadi korban maupun sebagai pelaku kekerasan.

2. Darurat Pedofil (Kekerasan Seksual)
Kementerian Sosial mencatat, Indonesia menduduki posisi pertama dalam mengunduh konten pedofil di Asia. Sedangkan dalam mengunggah konten pedofil Indonesia menduduki posisi ke-2 di dunia. Hal ini dikorelasikan dengan meningkatnya kekerasan seksual di Indonesia.

3. Darurat Pornografi
Industri pornografi semakin berkembang seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi. Kondisi yang sangat memprihatinkan adalah anak menjadi sangat mudah mengakses situs pornografi. Hasil survei yang dilakukan KPAI terhadap 4.500 pelajar SMP dan SMA di 12 kota besar Indonesia menunjukkan 97 persen responden telah mengakses situs berkonten pornografi melalui internet.

4. Darurat Narkoba
Peredaran narkotika dengan berbagai jenis dan kemasan di Indonesia semakin marak dan berkembang. Badan Narkotika Nasional memprediksi jumlah pengguna narkotika di Indonesia sudah lebih dari 4 juta orang dan ada 44 jenis narkotik baru di Indonesia.

5. Darurat Kebangsaan dan Intoleransi
Pelibatan anak dalam kejahatan terorisme, kasus persekusi anak dan penyebaran ujaran kebencian yang marak di dunia maya memberikan dampak negatif terhadap anak. Menurut survei Wahid 2 Institute, dari sampel populasi yang merepresentasikan masyarakat Indonesia, sebanyak 0,4 di antaranya mengaku pernah melakukan tindak pidana radikalisme.

6. Pernikahan Anak
Pernikahan anak di Indonesia tertinggi di Asia Pasifik di mana 25% perempuan usia 20-24 pernah menikah di usia kurang dari 18 tahun. Pernikahan anak mengakibatkan anak menjadi rentan terhadap kesulitan akses pendidikan, lapangan pekerjaan dan kemiskinan, serta gizi buruk.

Untuk mengatasi permasalah tersebut, PGI mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk membuat program, kebijakan serta kegiatan yang memenuhi upaya perlindungan dan pemenuhan anak.

"Kita perlu berperan aktif melakukan upaya perlindungan anak, mencegah eksploitasi dan mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan kontribusi dalam pemenuhan hak anak," ujar Gomar.

Editor: Johnson Simanjuntak

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help